Suara.com - Lama menghilang, jasad seorang pegawai honorer bernama Hartanto (42) ditemukan dicor di bawah keramik lantai rumahnya di Komplek Perumahan Bumi Citra Indah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 16 April 2024.
Didi diduga dibunuh oleh tukang kebun bernama Ijal yang bekerja di rumah korban. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melapor ke polisi karena Didi tak kunjung pulang ke rumah sejak 24 Maret 2024.
Kecurigaan muncul karena posisi ranjang di kamar korban berubah dan lantai di atasnya sudah tidak ada.
Penyelidikan polisi menemukan sejumlah kejanggalan di rumah korban, seperti hilangnya beberapa harta benda dan kondisi rumah yang tidak wajar. Dugaan pembunuhan pun menguat.
Baca juga:
Sempat Iba, Terungkap Alasan Pria Dikurung di Minimarket
Viral! Sosok Wanita Tua yang Lakukan Ini kepada Ashanty di Depan Kabah Curi Perhatian
Benar saja, setelah membongkar lantai rumah, polisi menemukan jasad Didi dalam keadaan membusuk. Hasil autopsi menunjukkan bahwa Didi tewas akibat dianiaya.
Pelaku pembunuhan, Ijal, akhirnya ditangkap. Kepada polisi, Ijal mengaku membunuh Didi karena kesal upahnya sebagai tukang kebun tak dibayar.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Ijal membunuh Didi pada 24 Maret 2024. Setelah itu, Ijal menguburkan jasad Didi di bawah keramik lantai rumah dengan tujuan untuk menghilangkan jejak.
Atas perbuatannya, Ijal dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Pengakuan Menantu Pembunuh Mertua di Kendari: Ada Rencana Mau Santet
-
Sakit Hati Tak Pernah Dianggap Jadi Keluarga, Menantu Tega Bunuh Mertuanya Sendiri
-
Tragis! Pria di Bandung Tewas Dianiaya Lalu Dicor oleh Tukang Kebun Gara-gara Uang Rp300 Ribu
-
Kasus Pembunuhan Tukang Kebun Gegerkan Bandung Barat, Motif Uang Kerja Tak Dibayar Jadi Pemicu
-
PSK Tewas Dicekik di Apartemen Bandung, Pelanggan Kesal Diminta Bayar Rp 4 Juta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha
-
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung
-
Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara
-
KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen
-
Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif