Suara.com - Praktisi hukum tata negara Refly Harun kembali menyindir mantan Capres Anies Baswedan yang tak akan punya value atau nilai jika gabung pemerintahan.
Sebelumnya, Refly Harun juga pernah menyebut Anies Baswedan sebagai penghianat kalau sampai masuk pemerintahan.
"Saya kan sudah diklair kalau mereka gabung pemerintahan, penghianat mereka. Saya katakan, ya kan saya sudah katakan itu di TV dan sudah viral di mana-mana, penghianat. Tapi jangan marah mereka, karena anda berharga karena valuenya," ujarnya dalam wawacancara yang diunggah kalan YouTube Komisidotco, seperti dilihat pada Senin (6/5/2024).
Baca Juga:
Keok di Pilpres 2024, Anies Ganti Foto Profil Sosmed: Kode Ingin Diajak Prabowo?
Dia kemudian mengibaratkan orang yang tidak punya nilai mirip seperti zombie berjalan, tak berharga lagi.
"Anda man of value. Ketika value nggak ada lagi, anda seperti bangkai saja jalan. Zombie tapi nggak ada value-nya manusia yang gak ada value-nya akan seperti zombie," katanya.
Menurutnya, Anies bisa tetap menjadi man of value dengan terus memperjuangkan perubahan. Caranya dengan berada di luar pemerintahan.
Sedangkan bergabung dengan pemerintahan berarti tidak mengakui adanya kecurangan dalam pemilu.
Baca Juga: Keok di Pilpres 2024, Anies Ganti Foto Profil Sosmed: Kode Ingin Diajak Prabowo?
"Bahkan saya katakan, kalau pemilu ini kita katakan curang securang-curangnya dan MK (Mahmakamah Konstitusi) itu tidak dikabulkan bukan karena kita nggak ada argumentasi, tapi karena ada melipir di sana. Maka yang terjadi adalah doktrin awal tetap sahih, yaitu haram hukumnya bergabung dengan pemimpin yang menang dengan cara yang curang," katanya.
Baca Juga:
Ditanya Bila Nanti Ditawari Jadi Menteri, Anies Baswedan: Kita Tunggu Waktu
"Itu value. Value itu saya kaitkan dengan keimanan yang kuat anda pukul vertikal tidak diawang-awang," imbuhnya.
Refly Harun kemudian mengingatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk tidak berhianat dengan tak bergabung bersama pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan