"Setiap tahun, manajemen cmlabs mengatur target pendapatan setidaknya 2x lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Setelah kami berhasil melampaui target tersebut, mencapai upaya riset dan pengembangan yang optimal, serta pertumbuhan perusahaan yang cukup pesat pada tahun 2023, pada tahun 2024 ini, setelah melalui asesmen yang ketat, akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke pasar yang lebih besar, yaitu wilayah Asia Tenggara.” - Rochman Maarif, founder cmlabs.
Rochman juga menjelaskan bahwa kesuksesan cmlabs tidak terlepas dari adanya dukungan ekosistem yang kuat dan saling bersinergi. “Kami juga sedang menyiapkan ekosistem cmlabs untuk masuk ke pasar global, yang hingga saat ini terdiri dari beberapa merek, seperti cmlabs, Sequence Stat, Vanguard, Traffic Farm, dan VISUWISU", demikian ucap Rochman.
Berita Terkait
-
Alasan BRI Jadi Salah Satu Perusahaan yang Wajib Diperhatikan Tahun 2024!
-
4 Drama Seo Eun Soo Sebagai Pemeran Utama, Terbaru Ada Chief Detective 1958
-
Tuduh Shin Tae-yong Pemarah, Media Vietnam Lupa Perangai Park Hang-seo
-
Dukung Perekonomian Lokal, Kota Tarakan Terapkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik
-
Industri Bahan Bangunan Makin Canggih, Perusahaan Ini Bawa Sentuhan Teknologi di Pintu Kayu
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura