Suara.com - YouTuber Bobon Santoso menjadi trending di media sosial beberapa waktu lalu. Bukan tanpa alasan, Bobon yang sempat curhat soal kondisi Papua telah membuka donasi untuk misi kemanusiaan.
Hasilnya donasi yang terkumpul hingga saat ini mencapai Rp1,4 miliar lebih dan segera direalisasikan untuk melanjutkan agenda kemanusiaan yang ia beri nama Kuali Merah Putih.
Mengutip @AdekNyaIpinn, Senin (13/5/2024) Bobon santoso mengatakan membuka donasi untuk Indonesia Timur.
"Kemarin gua sempat open donasi dan dana yang terkumpul sampai saat ini Rp1.435.111.000," ujarnya mengawali video yang ia unggah di akun TikTok Bobon Santoso.
Baca Juga:
Donasi yang ia buka merupakan donasi yang tidak akan dilakukan terus menerus dan rencananya hanya sekali saja.
"Dengan dana sebanyak ini, tentu tanggungjawabnya juga semakin besar, tentang bagaimana cara menyalurkan, hingga tepat sasaran," ujar Bobon.
Ia pun menjelaskan akan transparan, bagaimana dana itu akan dimanfaatkan untuk semua warga Indonesia Timur. Ia pun memberi saran bagi para donatur untuk memantau bagaimana uang Rp1,4 miliar itu akan disalurkan di akun media sosialnya.
Video Bobon Santoso tersebut banjir dukungan dari netizen. Tak sedikit yang memberi semangat dan banyak juga yang menyindir para influencer serta artis saat ini yang lebih sering berbelanja.
"Artis sibuk shopping, Bobon sibuk mensejahterakan rakyat," tulis salah satu netizen.
"Yang dari pemerintahan ada kan?" tulis netizen lain seakan menyindir pihak tertentu.
"Respect buat konten kreator satu ini," puji lainnya.
Seperti yang diketahui, Bobon Santoso awalnya dikenal sebagai YouTuber yang kerap memasak makanan ekstrem. Namanya yang dikenal, Bobon lebih banyak memasak dalam jumlah besar yang sudah jarang dimanfaatkan para influencer.
Berita Terkait
-
Tanah Tabu: Suara Perlawanan Perempuan dari Jantung Papua
-
Sinopsis Teman Tegar Maira: Whisper from Papua, Film yang Sarat Makna
-
Kewenangan Daerah Terbentur UU Sektoral, Gubernur Papua Selatan Minta Otsus Direvisi
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Lebih dari Sekadar Sekuel, Teman Tegar Maira Bawa Misi Penyelamatan Hutan Papua
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Istana Harap IHSG Meroket Hari Ini, Prabowo Sempat Marah saat Anjlok?
-
Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar
-
Bukan Bertemu Oposisi, Istana Jelaskan soal Pertemuan Prabowo dengan Siti Zuhro hingga Abraham Samad
-
Relawan Prabowo Tegas Tolak Polri di Bawah Menteri, Singgung Ancaman Keamanan
-
Gas N2O Disorot Usai Kasus Lula Lahfah, Polisi Akui Belum Bisa Tindak: Tunggu Regulasi
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Masuk Level Waspada
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka