Suara.com - Nama eks bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra terseret di kasus Vina Cirebon yang saat ini menyita atensi publik. Muncul rumor yang menyebutkan bahwa salah satu dari tiga DPO kasus itu berstatus anak dari eks bupati Sanjaya.
Informasi mengenai hubungan salah satu DPO kasus Vina dengan eks bupati itu berawal dari unggahan video dari akun Tiktok @mbakasihanmb yang kemudian di-repost banyak akun sosial media.
Akun Tiktok itu dalam narasi video menyebutkan soal sosok Andi, satu dari tiga DPO kasus Vina Cirebon. Dalam video disebutkan bahwa sosok Andi memiliki akun sosmed bernama Prima Rayi Sona.
Baca juga:
Dalam video juga terpampang soal latar belakang keluarga Prima itu. Terdapat sejumlah tangkap layar pemberitaan soal eks bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra.
Diduga sosok Andi atau pemilik akun Prima Rayi ini ialah anak dari eks Bupati Sanjaya. "Oh pantes bapaknya panic," tulis narasi pada video repost akun @opposite6892.
Lantas seperti apa rekam jejak eks Bupati Sunjaya?
Sunjaya Purwadi Sastra merupakan bupati ke-27 Cirebon. Ia berdinas dari 19 Maret 2014 hingga 25 Oktober 2018. Di rentang waktu Sunjaya menjabat itu, kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya terjadi pada 2016.
Baca juga:
Baca Juga: Bola Liar Identitas DPO Kasus Vina Cirebon: Salah Satu Pelaku Diduga Anak Eks Bupati?
Sunjaya sebelumnya berlatar belakang militer. Ia berdinas di Angkatan Darat dari 1998 hingga 2008. Pangkat terakhirnya ialah Letnan Satu.
Jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri ini diketahui memiliki empat orang anak, mereka adalah Satria Robi Saputra, Sela Syahvira Amalia, Resyah Prima Hanjaya dan Ramadani Syahputra.
Jelang masa akhir jabatannya pada 2018, Sunjaya kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Pada OTT KPK pada 24 Oktober 2018, Sunjaya mendapatkan fulus untuk mutasi pejabat di Pemkab Cirebon dan proyek.
Dikutip dari sejumlah sumber, saat itu, tim KPK pada 24 Oktober 2018 satroni rumah DS ajudan bupati yang berlokasi di Regency 3, Cirebon pada pukul 16.00 WIB.
Di rumah itu, tim KPK menemukan uang tunai sebesar Rp116 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
Selain itu, juga ditemukan bukti berupa setoran Rp6,4 miliar ke rekening Sunjaya yang memakai nama orang lain.
Berita Terkait
-
Bola Liar Identitas DPO Kasus Vina Cirebon: Salah Satu Pelaku Diduga Anak Eks Bupati?
-
5 Fakta Terbaru Kasus Vina, Egi Dalang Pembunuhan Bukan Anak Polisi
-
Ayah Eki Buka Suara soal Putranya Jadi Korban Pembunuhan di Cirebon 2016
-
Ayah Eki Pacar Vina Nangis Sesenggukan Saat Klarifikasi: Saya Tidak Diam, Selama 8 Tahun Saya Sabar
-
Siapa Oknum Polisi Diduga Ubah BAP 8 Pembunuh Vina Cirebon? Ini Kata Hotman Paris
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
-
Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
-
Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori
-
Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta