Suara.com - Sebagian besar orang, mungkin mengira kalau Hokben itu bukan makanan cepat saji dari Indonesia. Namun ternyata Hokben alias Hoka Hoka Bento ini asli Indonesia. Nah bagi yang ingin tahu tentang Hokben, berikut ini profil Hokben.
Diketahui bahwa Hoka Hoka Bento atau yang dikenal dengan nama Hokben ini merupakan restoran cepat saji asli Indonesia yang gerainya terbebar di mana-mana. Nah untuk selengkapnya, simak berikut ini profil Hokben.
Profil Hokben
Hokben berdiri pertama kali tanggal 18 April 1985 di Jakarta. Perusahaan makanan cepat saji yang berada di bawah PT Eka Bogainti ini mulanya bernama Hoka Hoka Bento, namun pada tahun 2013 berganti nama menjadi Hokben.
HokBen ini didirikan oleh orang Indonesia yang diketahui bernama Hendra Arifin. Adapun restoran pertama meraka dibuka di Kebon Kacang, Jakarta. Pada tahun 1990-an, Hokben pun menjadi hits di kalangan anak muda.
Nama Hoka Hoka Bento ini bermula dari pegawai kantoran di Jepang yang terbiasa menyantap makan siang berbentuk nasi kotak yang disebut dengan nama bento. Dari situlah Hendra Arifin berinisiatif menamainya usahanya Hoka Hoka Bento.
Sebelum HokBen dibangun, Hendra Arifin merupakan seorang karyawan di salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia. Namun pada akhirnya Ia memilih untuk keluar dan mendirikan bisnis kuliner Hokben.
Saat buka perdana, HokBen hanya menerima pesanan take away (dibungkus). Namun, seiring waktu berjalan, konsep take away pun diganti menjadi dine in dan take away. Saat ini, gerai Hokben sudah banyak tersebar di daerah-daerah di Indonesia, terutama mall.
HokBen pun mulai menyediakan meja makan dan kursi untuk pelanggan yang ingin dine in (makan di tempat). Selain itu, Hokben julai mulai menyediakan layanan pesan antar. Lambat laun, bisnis Hendra Arifin ini pun kian berkembang dan makin banyak cabangnya.
Mengutip dari situs resminya, pada tahun 2009 Hokben mulai mengembangkan layanan HokBen drive thru. Layanan tersebut tersedia di beberapa garai HokBen di Indonesia. Selain itu, Hokben juga meluncurkan aplikasi HokBen pada tahun 2016.
Dengan adanya aplikasi Hokben ini dapat memudahkan masyarakat yang ingin melakukan pesanan menu HokBen tanpa perlu datang langsung ke lokasi. Pastikan kamu mencantumkan alamat dengan benar agar pesananmu tidak nyasar.
Demikian ulasan mengenai profil Hokben yang ternyata perusahaan makanan cepat saji asli Indonesia. Semoga ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
Profil dan Kekayaan Rosano Barack: Mertua Syahrini Dekat dengan Keluarga Soeharto, Hartanya Tak Akan Habis 7 Turunan?
-
Profil Singapore Airlines Viral Pesawatnya Turbulensi Hebat, Berapa Gaji Awak Kabin di Sana?
-
Profil Indofarma, BUMN Farmasi Tunggak Gaji Pegawai, Ini Rincian Nominal yang Harus Diberikan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?