Suara.com - Saat berkunjung ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur, untuk meninjau revitalisasi pasar dan sembako murah, Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menegaskan komitmennya untuk memberikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Hal ini dibuktikan dengan verifikasi dan validasi data by name by address.
“Kami di Pemprov DKI Jakarta konsisten untuk membantu masyarakat, concern pada bansos. Kami cek datanya by name by address agar akurat dan tepat sasaran, perbaiki tata kelola administrasinya. Kemudian, data ini selalu kami monitoring karena kan namanya penduduk itu dinamis dan maka itu harus disesuaikan,” kata Heru, Jumat (2/8/2024).
Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta, saat ini terdapat 194.067 penerima bantuan dari Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), serta Kartu Anak Jakarta (KAJ). Rinciannya adalah 149.549 penerima KLJ, 18.033 penerima KPDJ, dan 26.485 penerima KAJ.
Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari menambahkan, arahan Heru supaya bansos benar-benar tepat sasaran. Karena hanya diperuntukkan bagi warga yang tak mampu, maka verifikasi dan validasi data pun penting dilakukan. Data yang dipadankan mencakup Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), melalui verifikasi musyawarah kelurahan, kepemilikan kendaraan bermotor roda empat, ketidaklayakan berdasarkan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kementerian Sosial, Warga Binaan Sosial (WBS) Panti Sosial, serta verifikasi data calon penerima Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Bansos PKD) ke lapangan.
Penerima Bansos PKD harus memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 44 Tahun 2022 tentang Pemberian Bantuan Sosial dalam Rangka Pelindungan Sosial serta Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penggunaan DTKS dan Non-DTKS dalam Pemberian Bansos kepada Masyarakat. "Calon penerima Bansos PKD tahun 2024 yang diusulkan harus terdaftar DTKS penetapan bulan Februari 2022, November 2022, Januari 2023, dan Desember 2023 dengan status layak," ujarnya.
Premi juga memastikan, penyaluran Bansos PKD tepat sasaran, dengan memadankan data kependudukan secara berkala melalui web service Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kesejahteraan Sosial Dinsos DKI. "Dan seluruh petugas data kami (Pendata dan Pendamping Sosial/Pendamsos) berada di seluruh Kantor Kelurahan se-DKI, sehingga memudahkan untuk melakukan pengecekan ke lapangan," tuturnya.
Para penerima manfaat Bansos PKD mendapatkan dana sebesar Rp 300.000 per bulan melalui Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank DKI. Selain itu, mereka juga memperoleh akses gratis menggunakan Transjakarta dan subsidi pangan dengan harga murah. “Penyaluran bansos PKD melalui KLJ, KPDJ, dan KAJ tahun ini berjalan dengan baik," ucap Premi.
Manfaat Nyata Bansos
Salah seorang penerima KLJ, Umar Kiat (80), melalui keluarganya, Rintowati, mengungkapkan, Bansos PKD sangat membantu memenuhi kebutuhan hidupnya yang kini tinggal sendiri, setelah istrinya wafat dan anak-anaknya berkeluarga. "Pastinya terbantu ya, untuk Kakek Umar yang sendirian tinggalnya bisa dapat bantuan dana untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi kalau sudah berumur memang belanjanya tidak banyak. Paling obat juga sudah ditanggung pemerintah," ungkap Rintowati.
Baca Juga: Wacana Gratiskan Sekolah Swasta di Jakarta, Heru Budi Sebut Bukan untuk Siswa Mapan
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Achmad Nawawi, meminta Pemprov DKI Jakarta mengelola data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara mandiri, untuk memastikan verifikasi data penerima lebih akurat. Ia menyarankan Pemprov memberdayakan kader Dasawisma sebagai garda terdepan dalam mendata warga.
"Penentuan Bansos itu melalui ibu-ibu Dasawisma. Itu laporan dari kecamatan, wali kota, dan gubernur. Kalau harus dilaporkan lagi ke menteri dan yang menentukan akhir itu adalah menteri, datanya bisa salah atau tidak sinkron," pungkas Nawawi.
Berita Terkait
-
Fenomena Anak Cuci Darah, Heru Budi: Kebanyakan Main Gadget Terus Minum Minuman Kemasan
-
Istana Tak Masalah 500 Projo Ke IKN Bareng Jokowi, Heru Budi: Namanya Relawan Sah Saja
-
Pemprov Jakarta Diminta Awasi Jajanan Sekolah, Heru Budi: Kita Punya Alatnya
-
Sudah Punya Datanya, Heru Budi Bakal Cabut Bantuan untuk Pelajar yang Main Judi Online
-
Soal Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Pelajar di Jakarta, Heru Budi: Nanti Ada Kaidahnya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!