Suara.com - Brigjen Hendra Kurniawan menjadi salah satu nama perwira kepolisian yang terseret kasus Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua atau Brigadir J.
Kabar terbarunya, mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri itu telah bebas bersyarat. Hendra Kurniawan mendapatkan pembebasan bersyarat pada 2 Juli 2024. Dia saat ini sedang mendapatkan bimbingan di Bapas Klas I Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Hendra Kurniawan dijatuhi hukuman penjara 3 tahun dengan denda Rp 20 juta subsider 3 bulan penjara.
Hendra didakwa atas perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan. Selain itu, dia juga dinilai berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.
Karier Hendra Kurniawan sebenarnya cukup mentereng hingga menjabat sebagai jenderal polisi.
Berikut ini mengenai rekam jejak karier yang dirangkum dari sejumlah sumber.
Karier Hendra Kurniawan
Pria kelahiran Bandung pada 16 Maret 1974 tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1995.
Hendra kemudian ditugaskan sebagai Kapolsek Warujayeng, Polres Nganjuk (1998). Dia juga pernah bertugas sebagai Kasat IPP Polresta Bandung Barat dan Kasatintelkam Polrestabes Bandung, Polda Jabar.
Setelah itu, kariernya lebih banyak dihabiskan di Divisi Propam Polri. Hendra pernah menjabat sebagai Kanit B Ropaminal Divpropam Polri (2007). Kemudian berpindah-pindah posisi, namun masih di Divisi Propam Polri.
Suami Seali Syah Alam itu juga pernah menjabat sebagai Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri. Pada 2019, dia menjabat Analis Kebijakan Madya di Bidang Paminal Divpropam Polri. Kemudian diangkat menjadi Karo Paminal Divpropam Polri pada 16 November 2020.
Hendra sempat dipindah tugaskan sebagai Pati Yanma sebelum akhirnya diberhentikan dari Polri karena terseret kasus kematian Brigadir J.
Selama menjabat sebagai polisi, Hendra Kurniawan pernah menangani sejumlah kasus. Salah satunya memimpin tim khusus yang menyelidiki terkait pelanggaran yang melibatkan anggota Polri dalam kasus penanganan kematian laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek. Dalam kasus tersebut dua polisi ditetapkan sebagai tersangka.
Berita Terkait
-
Sosok T di Kasus Judi Online, Anggota DPR: Tak Ada yang Tak Bisa Disentuh Hukum di Republik Ini, Sambo Aja Bisa!
-
Serupa Perkara Kematian Afif Maulana, YLBHI Ungkap 9 Kesamaan dengan Kasus Brigadir J
-
Pernah Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo, Hakim Agung Suharto Bakal Ucap Sumpah Sebagai Wakil Ketua MA Hari Ini
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi