Suara.com - Setidaknya dua menteri Israel bersama ratusan pemukim ilegal Israel melakukan penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Selasa. Aksi tersebut untuk menandai peringatan Tisha B'Av, sebuah hari puasa tahunan Yahudi yang mengenang sejumlah bencana dalam sejarah Yahudi.
Menurut laporan dari Ynet, Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, serta Yitzhak Wasserlauf, menteri lain dari partai Otzma Yehudit, dan anggota Knesset dari partai Likud, Amit Halevi, turut serta dalam penyerbuan tersebut.
Ben-Gvir menyatakan bahwa kebijakan mereka adalah mengizinkan doa Yahudi di area tersebut, sebuah komentar yang langsung dibantah oleh kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Kebijakan kami adalah mengizinkan doa (Yahudi)," kata Ben-Gvir, mengutip Ynet.
Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa penetapan kebijakan di Temple Mount, atau yang lebih dikenal umat Islam sebagai kompleks Masjid Al-Aqsa, sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah dan perdana menteri.
“Penetapan kebijakan di Temple Mount (mengacu pada kompleks Masjid Al-Aqsa) secara langsung berada di bawah kendali pemerintah dan perdana menteri,” bunyi pernyataan tersebut.
Menurut Departemen Wakaf Islam yang dikelola oleh Yordania, sekitar 2.250 pemukim Israel mengunjungi kompleks tersebut dan melakukan ritual keagamaan Talmud.
Penyerbuan ini tidak hanya menciptakan ketegangan tetapi juga memperlihatkan pengetatan keamanan oleh pasukan Israel yang menutup akses jalan menuju Kota Tua Yerusalem dan memberlakukan pembatasan ketat terhadap warga Palestina yang hendak memasuki masjid.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam, sementara umat Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, tempat mereka meyakini berdirinya dua kuil Yahudi kuno.
Baca Juga: Kapan Iran Balas Dendam ke Israel Atas Pembunuhan Ismail Haniyeh? Amerika Serikat Bocorkan Waktunya
Kompleks ini terus menjadi titik panas dalam konflik antara Israel dan Palestina, terutama sejak Israel mencaplok Yerusalem Timur pada tahun 1980, sebuah tindakan yang hingga kini tidak diakui oleh masyarakat internasional.
Berita Terkait
-
Kapan Iran Balas Dendam ke Israel Atas Pembunuhan Ismail Haniyeh? Amerika Serikat Bocorkan Waktunya
-
2 Konsep Islam Ini Buat Sensei Sugimoto Mantap Mualaf dari Buddha
-
Jumlah Korban Meninggal Dunia di Gaza Capai 40 Ribu Orang, Lima Negara Ini Dukung Israel dari Serangan Iran
-
Merinding, Kisah Mualaf Sensei Sugimoto dari Buddha Jadi Islam: Dipicu Kata-kata Al Quran Ini
-
Raffi Ahmad Ternyata Tak Beri Uang Ke Mama Amy, Bagaimana Hukum Anak Memberi Uang Kepada Orang Tua?
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan