Setelah reformasi, gerakan mahasiswa terus berkembang dengan dinamika yang baru. Isu-isu yang diangkat semakin beragam, mulai dari isu lingkungan, demokrasi, hingga korupsi.
Mahasiswa juga memanfaatkan teknologi informasi untuk mengorganisir aksi dan menyebarkan informasi. Selain itu ada beberapa demosntrasi mahasiswa di momen lainnya yang berskala besar, diantaranya :
Demo Kenaikan BBM 2012
Tahun 2012 dinilai sebagai demonstrasi besar-besaran yang dilakukan serentak di 33 Provinsi dan 340 Kabupaten atau Kota. Kegiatan ini terkonsentrasi langsung di ibu kota Provinsi, kabupaten dan beberapa aksi dilakukan juga di berbagai kantor kecamatan dan desa.
Revisi UU KPK
Selain itu ada juga demonstrasi mahasiswa yang terjadi pada Senin, 23 September 2019. Yakni demonstrasi mahasiswa dari sejumlah universitas menolak perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (revisi UU KPK) dan rancangan aturan lain yang dianggap kontroversial di depan Kompleks Parlemen.
Aksi Tolak RKUHP
Berikutnya adalah aksi mahasiswa yang melakukan aksi tolak draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di depan gedung DPR RI pada Senin, 5 Desember 2022. Massa membentangkan poster 'Menolak Pengesahan RKUHP' dan menaburkan bunga di depan gedung DPR RI sebagai bentuk penolakan pengesahan draf RKUHP.
Demonstrasi mahasiswa ini dinilai penting sebagai agen perubahan. Hal ini karena mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial yang selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi masyarakat.
Baca Juga: Aksi di Depan Gedung DPR, Arie Kriting: Kita Capek, Wakil Rakyat Tidak Mewakili Rakyat Lagi
Selain itu, demonstrasi mahasiswa menjadi sarana untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya demokrasi, hak asasi manusia, dan keadilan sosial. Sejarah telah membuktikan bahwa gerakan mahasiswa memiliki kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Sejarah demonstrasi mahasiswa di Indonesia mengajarkan kita bahwa pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan bangsa. Semangat kritis, idealisme, dan keberanian mahasiswa telah menjadi kekuatan yang mampu mengubah tatanan sosial-politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya