Suara.com - Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming disarankan banyak belajar lewat program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam menjalankan makan bergizi gratis.
Apalagi, PMT termasuk salah satu program dari Kementerian Kesehatan RI yang telah dilaksanakan sejak 2016.
Ahli gizi masyarakat Dokter Tan Shot Yen menilai bahwa program PMT lebih terukur dalam bertujuan menangani masalah stunting.
"Kita mestinya belajar dari yang sudah berjalan, itu adalah pemberian makanan tambahan, PMT posyandu yang sifatnya PMT pemulihan. Itu program dari Kementerian Kesehatan yang sudah berjalan sekian tahun, ditujukkan untuk anak-anak balita yang mengalami gizi buruk, yang tidak naik berat badannya," jelas dokter Tan dalam media talk di kantor Kemen PPPA, Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Dokter Tan menjelaskan bahwa program PMT jelas sasarannya terhadap balita yang jalani pemeriksaan di posyandu dan diberikan makanan tambahan yang bergizi untuk mencegahnya menjadi stunting.
Sementara, konsep makan bergizi yang menyasar terhadap anak-anak sekolah, dikritik dokter Tan tidak tepat sasaran apabila tujuannya juga untuk mencegah stunting.
"Saya dengar kata tujuannya menekan angka stunting, awal-awalnya nih. Padahal kalau anda mau menekan angka stunting nggak di usia sekolah, dong. Ketika ibunya hamil sampai dengan anaknya usia 2 tahun, minimal dari balita. Yang anak udah sekolah umur berapa itu ya," ujarnya.
Berbeda dengan teknis PMT di posyandu yang dinilai lebih tepat sasaran dalam pencegahan stunting. Sebab, bayi-bayi langsung jalani pemeriksaan fisik untuk memantau petumbuhan fisiknya agar dipastikan sesuai umurnya. Kemudian diberi makanan tambahan pada saat jangka waktu tertentu.
Tak hanya itu, dokter Tan menambahkan bahwa program PMT juga mengharuskan adanya stimulasi kepada anak, tidak sekadar memberi makanan.
Baca Juga: Kritik Pengadaan Susu Pada Program Makan Bergizi, Dokter Tan Khawatir Terjadi Manipulasi
"Kalau anda lihat algoritma bagaimana ini dijalankan di situ ditulis, harus ada stimulasi, harus ada konseling, harus ada edukasi."
Dia pun mengkritik program makan bergizi yang sekadar membagikan makanan.
Sebab, menurutnya, dalam praktiknya nanti bisa jadi anak tidak benar-benar menyantap pemberian tersebut karena tidak suka dengan makanannya.
"Kita jangan menjadi negara sinterklaus. Hanya bagi-bagi, kalau anaknya gak doyan, bapaknya yang makan. Nah ini penting ya, jadi kita harus berkaca dari suatu program yang memang sudah berjalan," sarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya
-
Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera
-
Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu
-
9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul
-
KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot
-
Krisis Air Bersih Meluas di Makassar, Ini Kecamatan Terdampak dan Cara Lapor
-
Sudah Disambut Baik, Pramono Anung Izinkan Warga Pati Demo di Jakarta: Itu Dijamin Demokrasi!
-
Terseret Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Ditangkap KPK
-
Kulit Sehat, Bumi Selamat! Ini 4 Rekomendasi Pelembap Refill untuk Semua Jenis Kulit
-
Baru Tayang, Spider-Man Brand New Day Jadi Film Terlaris ke-8 di Dunia!