Suara.com - Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kalimantan Timur disebut segera memiliki Jalan Tol Bawah Laut. Presiden Joko Widodo akan membangun proyek tersebut sebelum lengser pada Oktober 2024.
Jalan tol Bawah Laut ini bahkan menjadi yang pertama di Indonesia. Tak main-main, proyek jalan tol bawah laut ini diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp 6 Triliun.
Sekilas memang sedikit memacu adrenalin, pasalnya Jalan Tol bawah Laut atau immersed tunnel ini terdengar cukup mengerikan.
Sebelumnya diketahui, immersed tunnel ini merupakan terowongan tabung benam, terowongan ini berada di bawah air yang terdiri dari beberapa segmen ruang kedap air, dan dibangun melayang.
Pembangunan ini memang membutuhkan kehati-hatian, terlebih Indonesia baru pertama kalinya membangun proyek Jalan Tol Bawah Laut.
Struktur terowongan bawah laut Indonesia harus dipastikan benar-benar kedap air, sehingga aman untuk dilalui oleh berbagai jenis kendaraan.
Kondisi batimetri juga perlu diperhatikan, agar Ketika box ditenggelamkan, terowongan dapat duduk dengan baik.
Pembangunan terowongan bawah laut ini memakan anggaran yang tidak sedikit. Meskipun begitu sebanding dengan kelebihan yang ditawarkan.
Seperti contohnya, metode perawatan terowongan bawah air ini cukup mudah, pembangunan immersed tunnel tidak membutuhkan ruang yang panjang, gangguan terhadap lingkungan relatif lebih sedikit dibandingkan jembatan konvensional.
Baca Juga: Daftar Harta Kekayaan Aida Suwandi Budiman, Anggota Dewan Komisioner LPS yang Baru Dilantik Jokowi
Salah satu tujuan dibangunnya immersed tunnel di IKN ini adalah untuk melindungi bekantan, fauna dan flora endemik yang ada di sekitar Teluk Balikpapan.
Oleh karenanya, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak akan membangun jembatan yang secara fisik akan mengubah morfologi lingkungan.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Jamdatun Narendra Gagal Hadir di Sidang Ekstradisi Paulus Tannos, KPK Ungkap Alasannya
-
Kecelakaan Maut di Palmerah, Pengendara Motor Hilang Kendali dan Jatuh Hingga Tewas di Tempat
-
Gus Ipul Instruksikan Jajaran Kemensos Kerja Berbasis Data dan Membumi
-
Menimbun Pangan atau Naikkan Harga Saat Ramadan? Bisa Dipenjara 5 Tahun Lebih!
-
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Jabbar Idris Buka Muswil PPP Sulbar, Konsolidasi Partai Didorong Menuju Pemilu 2029
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini