Suara.com - Daniel Khalife (23), seorang mantan tentara Inggris dihadapkan pada serangkaian tuduhan serius yang mencakup pengumpulan dan penyebaran informasi rahasia kepada pihak-pihak yang terhubung dengan Iran.
Dalam sidang di Woolwich Crown Court, terungkap bahwa Khalife sempat mengklaim telah menghubungi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan berencana untuk bekerja sebagai "agen ganda" untuk MI6, badan intelijen luar negeri Inggris.
Khalife ditangkap setelah diduga melarikan diri dari HMP Wandsworth, penjara di London selatan, pada 6 September 2023. Ia dilaporkan berhasil melarikan diri dengan cara menyembunyikan diri di bawah kendaraan pengantar makanan.
Sidang ini mengungkap bahwa Khalife mungkin sudah memikirkan kegiatan spionase sejak Maret 2019, tak lama setelah ia bergabung dengan Angkatan Darat Inggris sebagai tentara junior pada September 2018.
Proses pertemuan Khalife dengan intelijen Iran diduga dimulai ketika ia membuat kontak dengan nomor telepon dengan kode internasional +98 dari Inggris pada April 2019. Dalam interogasi polisi, Khalife mengklaim telah terhubung dengan individu terkemuka yang terkait dengan IRGC. Ia juga mengaku telah mencoba menawarkan diri sebagai aset untuk keamanan luar negeri Iran.
Jaksa Mark Heywood KC menjelaskan bahwa Khalife diduga mulai mengumpulkan dan menyampaikan informasi yang berpotensi berguna bagi musuh Inggris.
“Tujuannya melakukan hal itu jelas untuk menawarkan dirinya sebagai aset bagi aparat keamanan eksternal Iran,” kata jaksa Mark Heywood KC.
“Kasus penuntutannya adalah bahwa ia memulai suatu proses untuk memperoleh, merekam, dan mengomunikasikan materi, informasi yang mungkin atau dimaksudkan berguna bagi musuh Inggris,” lanjutnya.
Setelah penangkapannya, Khalife mengirim pesan kepada MI6 dengan menggunakan nama samaran melalui situs resmi mereka, menyatakan keinginannya untuk menjadi agen ganda. Dalam pesannya, ia mengklaim telah diminta oleh pemerintah Iran untuk menyediakan informasi, bahkan ia mengirimkan dokumen palsu yang mengakibatkan ia dibayar sebesar 2.000 dolar AS.
Sidang ini juga memperlihatkan bukti berupa selfie Khalife di Mill Hill Park, tempat ia menerima uang dalam sebuah tas kotoran anjing.
Setelah dibebaskan dengan jaminan, Khalife diduga melarikan diri dari barak dengan meninggalkan benda-benda yang tampak seperti perangkat eksplosif di mejanya.
Khalife menghadapi beberapa tuduhan, termasuk mengumpulkan dan menerbitkan informasi yang mungkin berguna untuk intelijen Iran, serta berusaha mendapatkan informasi pribadi tentang personel angkatan bersenjata yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan terorisme. Ia membantah semua tuduhan yang diajukan. Sidang ini diperkirakan akan berlangsung selama enam minggu ke depan.
Berita Terkait
-
Bila Diserang, Iran Siap Hancurkan Israel: Jangan Menguji Tekad Kami
-
Dapat Dukungan Iran, Naim Qasim Tegaskan Hizbullah Masih Utuh Meski Terus Diserang Israel
-
Makin Memanas, Apa Penyebab Perang Iran dan Israel?
-
Janji Iran untuk Balas Setiap Serangan Israel
-
Video Detik-Detik Warga Israel Berlarian saat Sirine Peringatan Serangan Rudal Berbunyi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul