Suara.com - Joseph Jarjour, seorang Kristen Lebanon, berharap dapat pensiun dengan damai di rumahnya di Lebanon selatan, tetapi malah mendapati dirinya terjebak dalam baku tembak perang Israel-Hizbullah.
"Kami terjebak," kata guru pensiunan berusia 68 tahun di desa selatan Rmeish, sekitar dua kilometer (satu mil) dari perbatasan Israel.
Setelah hampir setahun terjadi baku tembak lintas perbatasan, Israel mulai melancarkan gelombang serangan yang menargetkan benteng-benteng Hezbollah dan mengirim pasukan darat melintasi perbatasan akhir bulan lalu.
Kampung halaman Jarjour merupakan salah satu dari segelintir desa Kristen di Lebanon selatan yang sebagian besar terhindar dari kekerasan terburuk tetapi tetap terjebak di antara kedua belah pihak.
"Ketika Israel membombardir, ia terbang di atas kepala kami. Dan ketika Hezbollah membalas, ia juga melesat di atas," kata Jarjour kepada AFP melalui telepon selama momen langka konektivitas internet.
"Kami cinta damai, kami tidak punya senjata. Kami tidak pernah menyukai perang," katanya.
"Kami ingin tetap tinggal di rumah dan tidak ingin memihak."
Kekerasan yang terjadi sejak 23 September telah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Lebanon dan memaksa satu juta orang lainnya meninggalkan rumah mereka, menurut penghitungan AFP dari data kementerian kesehatan Lebanon.
Jarjour mengatakan jalan keluar dari Rmeish tidak aman sehingga "sangat sulit" untuk melarikan diri dan berkendara ke utara menuju ibu kota, Beirut.
Baca Juga: Netanyahu Desak PBB Tarik Pasukan Penjaga Perdamaian dari Lebanon, Sebut Jadi Tameng Hizbullah
Berita Terkait
-
4 Tentara Israel Tewas dalam Serangan Pesawat Nirawak Hizbullah
-
Blokade Total Gaza? Netanyahu Pertimbangkan Rencana Kontroversial untuk 'Melaparkan' Hamas
-
Skandal! Tentara Israel Tembaki Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, Banyak Negara Murka!
-
Netanyahu Desak PBB Tarik Pasukan Penjaga Perdamaian dari Lebanon, Sebut Jadi Tameng Hizbullah
-
Masjid Berusia 1 Abad Hancur Dibombardir Israel, Warga Lebanon Berduka
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama