Suara.com - Natalius Pigai resmi dilantik sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Senin (21/10/2024). Pelantikan ini menandai sejarah baru di Indonesia, karena Pigai menjadi Menteri HAM pertama setelah nomenklatur kementerian ini diperkenalkan di kabinet terbaru.
Usai dilantik, Natalius Pigai langsung mengajukan permintaan tambahan anggaran untuk program-program kementeriannya. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di gedung Kementerian HAM di Kuningan, Jakarta Selatan.
Natalius Pigai mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan anggaran lebih dari Rp20 triliun guna mendukung rencana pembangunan pusat-pusat pendidikan HAM di seluruh Indonesia. "Kalau negara punya kemampuan, maunya di atas Rp 20 triliun," ujar Pigai.
Permintaan kenaikan anggaran ini, menurut Pigai, telah dibahas dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. "Saya sudah bicara langsung dengan Kepala Bappenas dan saya sudah bicara dengan Menteri Keuangan bahwa kami, saya akan membangun 56 pusat pendidikan HAM," jelas Pigai.
Saat ini, anggaran untuk Kementerian HAM masih tergabung dalam pagu anggaran Kementerian Hukum dan HAM, yang totalnya mencapai Rp64,855 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp54,037 miliar dialokasikan untuk kementerian pusat dan Rp10,817 miliar untuk transfer ke daerah.
Namun, angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan anggaran Kementerian Hukum yang mencapai Rp7,294 triliun atau Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan yang mendapatkan Rp13,397 triliun.
Berapa Kekayaan Natalius Pigai?
Berdasarkan laporan LHKPN KPK, Natalius Pigai baru melaporkan kekayaannya satu kali, yaitu pada 9 Juli 2019 ketika ia mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK.
Saat itu, Pigai melaporkan total kekayaan sebesar Rp4,37 miliar, yang terdiri dari berbagai aset bergerak dan tak bergerak.
Natalius Pigai tidak memiliki tanah atau bangunan, namun ia memiliki alat transportasi berupa mobil CRV Jeep keluaran 2011 yang ditaksir senilai Rp 300 juta.
Selain itu, Pigai juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp70 juta, surat berharga senilai Rp2 miliar, serta kas dan setara kas sejumlah Rp2 miliar.
Jika dijumlahkan, kekayaan Natalius Pigai pada 2019 mencapai sekitar Rp4,37 miliar, atau sekitar Rp4,4 miliar jika dibulatkan. Nilai kekayaannya ini dapat berubah seiring waktu.
Tag
Berita Terkait
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM
-
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!