Suara.com - Ketegangan di wilayah Yaman masih terus berlanjut, kali ini Kelompok Houthi telah mengerahkan ratusan pejuang dan peralatan militer yang lengkap.
Ratusan pejuang dari Kelompok Houthi itu mengincar wilayah provinsi Taiz di selatan Yaman, kata tentara Yaman
Melansir dari Arabnews, gal ini terjadi ketika pemerintah negara tersebut yang diakui secara internasional mengulangi permohonannya kepada masyarakat internasional untuk memberikan bantuan keuangan.
Tujuannya sendiri untuk menstabilkan nilai tukar mata uang negara tersebut.
Abdul Basit Al-Baher, seorang pejabat militer di Taiz, mengatakan kepada Arab News bahwa Houthi mengerahkan pejuang yang dilengkapi dengan berbagai jenis senjata, termasuk drone, tank, artileri, dan rudal balistik, di wilayah yang mereka kendalikan di utara, timur laut, dan barat.
Provinsi tersebut, terutama di luar kota Taiz yang terkepung dan daerah dekat kota-kota yang dikuasai pemerintah di pantai Laut Merah, seperti Mocha.
Dia yakin Houthi sedang bersiap melancarkan serangan di wilayah tersebut dan telah memasang sistem rudal balistik di fasilitas bawah tanah di sepanjang pegunungan Auman dan Al-Ula.
“Tujuan mobilisasi pasukan dan senjata Houthi mungkin bukan di Taiz tetapi mereka akan berpartisipasi dalam pertempuran Iran, menuju Bab Al-Mandab dan Mocha dan mungkin mengerahkan senjata di titik terdekat ke laut untuk mengancam navigasi internasional. ,” tambah Al-Baher.
Pasukan pemerintah berhasil menghalau tujuh serangan Houthi terhadap posisi mereka dalam tiga hari terakhir, ungkapnya.
Baca Juga: AS & Inggris Gempur Yaman Lagi, Hudaydah Jadi Sasaran Rudal
Kelompok Houthi mengatakan mereka melakukan latihan militer dan latihan, serta mengerahkan pasukan dan peralatan militer di wilayah yang mereka kendalikan sebagai bagian dari kampanye mereka untuk “melawan Israel dan Amerika Serikat.”
Pejabat pemerintah Yaman dan kritikus milisi telah berulang kali menuduh Houthi mengeksploitasi kemarahan di Yaman atas kematian ribuan warga Palestina akibat perang Israel di Gaza untuk merekrut lebih banyak pejuang, mengerahkan pasukan dan senjata di wilayah yang diperebutkan, dan mengalihkan perhatian, dari meningkatnya kebencian masyarakat terhadap kendali Houthi di beberapa wilayah negara dan kegagalan mereka membayar gaji pekerja sektor publik.
Rashad Al-Alimi, ketua Dewan Pimpinan Kepresidenan, sekali lagi meminta komunitas internasional untuk membantu pemerintahnya menstabilkan mata uang Yaman setelah riyal mencapai titik terendah baru terhadap dolar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal
-
Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi
-
Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran
-
Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi
-
Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO
-
Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung
-
Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi
-
Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon
-
WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?