Suara.com - Tuan Guru Bajang adalah sebuah gelar kehormatan yang sering digunakan di masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat, khususnya untuk merujuk pada seorang tokoh agama Islam yang dihormati dan masih tergolong muda. Gelar ini memiliki makna yang mendalam dan mencerminkan posisi serta peran penting tokoh tersebut dalam masyarakat.
Tuan: Gelar ini umumnya diberikan kepada seseorang yang telah menunaikan ibadah haji. Istilah ini menunjukkan penghormatan dan kedudukan yang lebih tinggi dalam masyarakat.
Guru: Kata "guru" merujuk pada seorang pendidik atau ulama yang memiliki pengetahuan agama yang luas dan mendalam. Mereka berperan sebagai pembimbing spiritual bagi masyarakat.
Bajang: Dalam bahasa Sasak (bahasa daerah Lombok), "bajang" berarti muda. Kata ini digunakan untuk menunjukkan bahwa tokoh yang bersangkutan masih berusia muda namun telah memiliki pengetahuan agama yang luas dan mampu menjadi pemimpin agama.
Secara keseluruhan, gelar Tuan Guru Bajang dapat diartikan sebagai "Guru Muda yang Mulia".
Gelar Tuan Guru Bajang diberikan kepada seseorang yang usianya masih relatif muda dan emiliki pengetahuan agama yang luas dan mendalam. Gelar ini juga diperuntukkan bagi seseorang yang dihormati dan Dianggap sebagai sosok yang patut dicontoh dan diikuti.
Selain itu biasanya pemilik gelar ini memiliki kemampuan memimpin dan membimbing masyarakat.
Gelar Tuan Guru Bajang memiliki makna yang sangat penting dalam konteks masyarakat Lombok. Gelar ini tidak hanya menunjukkan status sosial seseorang, tetapi juga mencerminkan harapan masyarakat terhadap tokoh tersebut. Masyarakat berharap agar tokoh yang menyandang gelar ini dapat menjadi panutan dan pemimpin yang baik.
Salah satu tokoh yang paling dikenal dengan gelar Tuan Guru Bajang adalah Muhammad Zainul Majdi. Ia adalah seorang ulama, politikus, dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat.
Gelar Tuan Guru Bajang yang melekat pada beliau semakin memperkuat pengaruhnya dalam masyarakat Lombok dan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan