Suara.com - Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump berencana melaksanakan deportasi massal jutaan orang di hari pertama masa jabatannya.
Karoline Leavitt, juru bicara tim transisi Trump, mengungkapkan bahwa penasihat presiden terpilih sedang menyusun puluhan perintah eksekutif yang akan ditandatangani segera setelah upacara pelantikan pada 20 Januari mendatang.
Dalam kampanyenya, Trump kerap berbicara soal mendeportasi hingga 20 juta orang yang saat ini tinggal di AS tanpa dokumen yang sah. Timnya menegaskan, rencana ini akan mulai dilaksanakan sejak hari pertama ia menjabat.
“Pada hari pertama, dia akan memulai deportasi ilegal terbesar dalam sejarah Amerika,” kata Leavitt kepada Fox News.
Trump juga pernah menyebut operasi deportasi besar-besaran pada era Eisenhower tahun 1954, di mana satu juta orang asal Meksiko ditangkap dan dipulangkan secara paksa. Trump menyatakan bahwa dirinya tidak ragu menggunakan militer untuk melaksanakan deportasi, meskipun dimulai dengan Garda Nasional.
“Ketika saya bicara soal militer, umumnya saya bicara soal Garda Nasional,” jelasnya seperti dilaporkan CNN.
Meski hukum melarang penggunaan militer untuk warga sipil di AS, Trump menegaskan hal itu tidak akan menjadi halangan.
“Mereka bukan warga sipil,” tegas Trump mengenai para migran.
“Mereka adalah orang-orang yang tidak sah berada di negara kita. Ini adalah invasi.” lanjutnya.
Baca Juga: Trump Desak Putin Akhiri Perang Ukraina, Singgung Kekuatan Militer AS
Trump juga berencana menghidupkan kembali kebijakan Remain in Mexico, yang mewajibkan para pencari suaka untuk menunggu di sisi perbatasan Meksiko hingga sidang mereka di AS digelar dan keputusan diberikan. Selain itu, Trump akan menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat fracking dan pengeboran minyak serta membatalkan kebijakan Presiden Joe Biden.
“Pria ini sudah bekerja tanpa henti.” kata Karoline Leavitt.
Berita Terkait
-
Trump Desak Putin Akhiri Perang Ukraina, Singgung Kekuatan Militer AS
-
Pemimpin Negara-negara Arab Berkumpul di Riyadh, Bahas Kemenangan Trump?
-
Trump dan Pangeran Salman Bertelepon: Apa Arti Kemenangan Trump bagi Arab Saudi?
-
Mantan Staf Kamala Harris Desak Biden Mundur, Paksakan Sejarah Presiden Wanita Pertama AS?
-
Kamala Harris Kalah, Elon Musk dan Donald Trump Rayakan Kemenangan Sambil Bermain Golf
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas
-
BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam 14 Hari atau Operasional Dihentikan
-
Bareskrim Sikat Jaringan Judi Online Internasional, DPR: Indonesia Tak Boleh Jadi Surganya Bandar
-
Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?