Bahkan, Rommy menyatakan agar pengurus harian DPP PPP melakukan taubat nasuha.
"Taubat yang sungguh-sungguh, dengan secara ksatria mengakui kegagalannya serta meminta maaf secara terbuka kepada seluruh kader PPP atas ketidakmampuannya menjaga PPP di Senayan," katanya.
Rommy bahkan menyinggung pernyataan Mardiono yang menyatakan dirinya tidak gagal karena bukan caleg yang dinilai tidak pantas disampaikan Plt Ketum PPP. Ia bahkan mendesak Mardiono meminta maaf.
"Semoga Mukernas kali ini menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu menjadi titik tolak kembalinya PPP ke Senayan pada Pemilu 2029," katanya.
Jumat (13/12/2024) malam, Mukernas II PPP akhirya dibuka. Mardiono hingga Rommy bahkan hadir dalam tampil dalam satu meja.
Pada kesempatan itu, Mardiono diberi kesempatan menyampaikan pidato poltiknya sebelum akhirnya membuka secara resmi mukernas.
Pidato poltik Mardiono terdengar seperti balasan untuk menjawab riak-riak apa yang disampaikan oleh Rommy.
Pertama yang bisa disoroti soal dirinya meminta kader PPP tak menyalahkan pihak lain dalam kegagalan partai di Pemilu 2024. Apalagi sampai menyalahkan Partai Cokelat atau biasa disebut Parcok.
Kedua, Mardiono dalam pidatonya menyampaikan, Mukernas memang menjadi ajang persiapan partai dalam menggelar Muktamar tahun depan. Namun, secara khusus mewanti-wanti agar dalam muktamar tidak dibumbui dengan konflik dan adu domba.
Baca Juga: Muktamar PPP 2025 Disebut Bisa Hasilkan Putusan Apa pun: Ubah AD/ART hingga Kandidat Caketum
"Kita tidak membuka diri untuk para pihak yang mengadu domba, mengembangkan fitnah dan membenturkan kader satu dengan yang lain," kata Mardiono.
Ia mempersilakan bagi siapa pun kader yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum PPP di Muktamar, harus mengedepankan modal etika keIndonesiaan.
Ketiga, dalam pidatonya Mardiono menyampaikn permohonan maaf atas kesalahan dan kekeliruan selama dirinya memimpin PPP.
Bursa Calon Ketum
Usai acara pembukaan Rommy menghormati apa yang disampaikan Mardiono dalam pidatonya.
Namun ia lagi-lagi menyampaikan pendapatnya denga meminta PPP bisa membuka diri menerima calon ketua umum atau caketum dari luar partai. Alasannya, agar PPP ke depan ada penyegaran dan mendukung juga prinsip rejuvasi dalam partai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Indeks Perkembangan Harga Tiga Provinsi Terdampak Bencana Turun Signifikan
-
Inosentius Dapat Tugas Baru, DPR Beberkan Alasan Adies Kadir Dipilih Jadi Hakim MK
-
Ahok Sebut Tak Ada Temuan BPK dan BPKP Soal Penyewaan Terminal BBM oleh Pertamina
-
Integritas Dipertanyakan, DPR Klaim Adies Kadir Mampu Jaga Kredibilitas Hakim Konstitusi
-
Dicecar 30 Pertanyaan Soal Kematian Lula Lahfah, Apa Peran Reza Arap Sebenarnya?
-
Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Pastikan Relokasi dan Pembebasan Lahan Segera Berjalan
-
Rocky Gerung Usai Diperiksa di Kasus Ijazah Jokowi: Dapat Pisang Goreng dan Empat Gelas Kopi
-
5 Fakta Pernyataan Nyeleneh Noel di Sidang Pemerasan: Sebut Nama Purbaya hingga Minta Dihukum Mati
-
Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca, Pramono: Nggak Mungkin Jakarta Nggak Ada Genangan
-
DPR Laporkan 8 Poin Hasil Panja Percepatan Reformasi Polri, Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden