Suara.com - Rieke Diah Pitaloka jadi sorotan lantaran terang-terangan mengkritik Eko Aryanto, hakim pemvonis hukuman 6,5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar kepada terdakwa Harvey Moeis. Perhatian masyarakat jadi tertuju kepada Rieke Diah Pitaloka komisi berapa?
Hukuman untuk Harvei Moeis terdakwa kasus korupsi timah yang rugikan negara hamper Rp 300 triliun terus menjadi perhatian warga. Banyak pihak menganggap hukuman tersebut tidak sebanding dengan nilai kejahatan yang dilakukan oleh Harvei Moeis.
Tak terkecuali Rieke Diah Pitaloka, ia mengkritisi keputusan hakim. Rieke Diah Pitaloka memposting video Eko Aryanto dengan latar belakang suara almarhum Kiai Haji Zainuddin MZ.
Almarhum Kiai Haji Zainuddin MZ pernah bertutur mengenai hukum yang memiliki sifat seperti anjing akan setia kepada pemberi makan. Selengkapnya, isi audio itu adalah sebagai berikut:
"Kalau pemimpin sudah seperti singa, menteri sudah seperti serigala, akan muncullah para penegak hukum yang mentalnya seperti anjing. Innalillahi wainnailaihi rajiun,"
"Penegak hukum yang mentalnya seperti anjing itu, anjing, saudara lihat, anjing akan setia kepada siapa saja yang memberinya daging,"
"Kalau dia disuruh jaga rumah, dia tidak bisa membedakan mana yang maling, mana yang tamu. Biar yang dateng tamu, kalo nggak bawa apa-apa, pasti digonggong."
Aksi Rieke Diah Pitaloka mendapat perhatian dari netizen. Banyak yang memberikan dukungan tetapi juga khawatir dengan keselamatan politikus dari fraksi PDI Perjuangan ini.
Rieke Diah Pitaloka Komisi Berapa?
Baca Juga: Desak Jaksa Banding Secara Maksimal, Komjak Curigai Vonis Ringan Harvey Moeis dkk: Ini Kenapa?
Jika ditanya mengenai Rieke Diah Pitaloka komisi berapa, berdasarkan data wikidpr.org, tertera informasi bahwa Rieke Diah Pitaloka merupakan Komisi VI. Di komisi tersebut, Rieke Diah Pitaloka menangani masalah perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, dan Sarana Publikasi.
Rieke Diah Pitaloka sudah tiga periode menjadi anggota DPR RI. Karir politik Rieke dimulai di awal tahun 2000an. Ia menunjukkan kecerdasannya di bidang politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia belajar langsung dari Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.
Di tahun 2008, Rieke pindah ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Alasan kepindahannya adalah gerah dengan konflik internal di PKB. Ia berhasil menjadi anggota DPR-RI dimulai pada Pemilu 2009 di bawah fraksi PDI-P untuk daerah pemilihan Jawa Barat II.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan terakhir kali pada 16 Maret 2024, Rieke memiliki harta kekayaan hingga Rp 16 miliar. Kekayaan tersebut terdiri dari tanah, mobil, dan surat berharga lainnya.
Demikian itu jawaban mengenai Rieke Diah Pitaloka komisi berapa.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Desak Jaksa Banding Secara Maksimal, Komjak Curigai Vonis Ringan Harvey Moeis dkk: Ini Kenapa?
-
Penghitung Kerugian Negara Rp271 Triliun di Kasus Timah Harvey Moeis Kini Berujung Digugat
-
Diperiksa KPK, Wahyu Setiawan: Tidak Ada Hal Baru yang Saya Sampaikan
-
Diperiksa soal Kasus Hasto, Eks Komisioner KPU Mengaku Tak Ada Keterangan Baru
-
Suara Rakyat Suara Tuhan: Kami Sayangkan Shin Tae-yong Dipecat!
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi