Suara.com - Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam operasi militer Israel di Tepi Barat yang diduduki sebagai bentuk pembersihan etnis.
Pernyataan ini disampaikan pada Senin (5/2), menyusul laporan Kementerian Kesehatan Palestina yang menyebutkan bahwa pasukan Israel telah menewaskan 70 warga Palestina di wilayah tersebut sejak awal tahun ini.
Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menyatakan bahwa serangan yang dilakukan Israel merupakan bagian dari perang komprehensif otoritas pendudukan terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat yang bertujuan untuk menggusur warga dan melakukan pembersihan etnis.
Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Ramallah melaporkan bahwa dari 70 korban tewas, terdapat 10 anak-anak, satu perempuan, dan dua orang tua.
Data lebih lanjut mengungkapkan bahwa 38 korban tewas di Jenin dan 15 di Tubas, sementara satu korban tewas di Yerusalem Timur, wilayah yang dianeksasi oleh Israel.
Serangan besar-besaran Israel di Tepi Barat dimulai pada 21 Januari dengan tujuan membasmi kelompok-kelompok bersenjata Palestina di Jenin, wilayah yang telah lama menjadi pusat perlawanan.
Militer Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 50 "teroris" dalam operasi yang berlangsung sejak tanggal tersebut.
Menanggapi eskalasi ini, Abu Rudeineh menyerukan intervensi segera dari pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan agresi Israel terhadap rakyat dan tanah Palestina.
Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Washington, di mana ia dijadwalkan membahas tahap kedua gencatan senjata Israel dengan Hamas di Gaza. Tahap berikutnya ini diperkirakan akan mencakup pembebasan tawanan serta diskusi mengenai akhir perang yang lebih permanen.
Baca Juga: Iran Kecam Usulan Trump untuk Relokasi Warga Palestina, Sebut Sebagai Upaya Pembersihan Etnis
Konflik yang Terus Berlanjut
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar korban di tengah konflik yang masih jauh dari penyelesaian. Sementara Palestina menuding Israel melakukan tindakan represif dan ekspansi pendudukan, Israel mengklaim operasinya bertujuan memberantas kelompok militan yang dianggap mengancam keamanannya.
Pihak internasional terus menyerukan gencatan senjata yang lebih permanen, namun situasi di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan masih berlanjut dengan korban jiwa yang terus bertambah.
Berita Terkait
-
Iran Kecam Usulan Trump untuk Relokasi Warga Palestina, Sebut Sebagai Upaya Pembersihan Etnis
-
Trump Ragukan Gencatan Senjata Gaza Bertahan Lama, Hamas Siap Negosiasi Tahap Kedua
-
Hamas Siap Memulai Perundingan Tahap Kedua Gencatan Senjata di Gaza
-
Negara-negara Arab Kirim Surat Protes Keras ke AS, Tolak Pemindahan Warga Palestina
-
PBB: Serangan Israel di Tepi Barat "Kampanye Genosida"
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP