Suara.com - Duka mendalam sedang dirasakan penggemar film Taiwan dan drama lawas Meteor Garden.
Pasalnya bintang utama drama tersebut, Barbie Hsu (Shancai) meninggal dunia akibat pneumonia.
Aktris Taiwan meninggal dunia usai tertular influenza yang membuat pneumonia ketika tengah berlibur di Jepang saat tengah merayakan tahun baru Imlek.
Diketahui, Barbie berlibur ke Jepang pada 29 Januari dengan kondisi tak sehat. Ia mengunjungi sumber air panas dan tetap tidak membaik hingga dirawat di rumah sakit di Hakone pada 31 Januari.
Barbie dipindahkan ke rumah sakit di Tokyo tetapi dinyatakan meninggal dunia pada 2 Februari.
Seperti apa bahaya pneumonia hingga menyebabkan meninggal dunia?
Pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru dan menyebabkan kantong udara di paru-paru (alveoli) meradang dan berisi cairan atau nanah. Kondisi ini dapat menyebabkan batuk berdahak, demam, menggigil, dan sesak napas. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bakteri, virus, jamur, atau bahkan bahan kimia.
Pneumonia dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih rentan terjadi pada bayi, anak-anak kecil, orang dewasa di atas usia 65 tahun, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau orang dengan penyakit kronis tertentu.
Gejala pneumonia bervariasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Beberapa gejala umum pneumonia meliputi:
Baca Juga: Agustiani Mau Berobat ke China tapi Dicegah ke Luar Negeri, Begini Jawaban KPK
- Batuk berdahak atau batuk kering
- Demam
- Menggigil
- Sesak napas
- Nyeri dada saat batuk atau bernapas dalam
- Kelelahan
- Mual dan muntah
- Diare
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua