"Hari-hari mendatang sangat krusial. Semua pihak harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kegagalan kesepakatan ini," ujar Guterres di New York.
Gencatan senjata ini memungkinkan bantuan kemanusiaan lebih besar mengalir ke Gaza, di mana lebih dari 69 persen bangunan telah rusak atau hancur, hampir seluruh penduduk mengungsi, dan kelaparan meluas akibat perang, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di Gaza dan berbagai belahan dunia Muslim, akhir pekan ini juga menandai dimulainya bulan suci Ramadan.
Di antara puing-puing lingkungan Khan Yunis yang hancur akibat perang di Gaza selatan, lentera tradisional Ramadan masih tergantung, menjadi simbol ketahanan di tengah kehancuran.
Perang Gaza dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.218 orang, sebagian besar warga sipil.
Serangan balasan Israel sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 48.000 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas—angka yang dinilai kredibel oleh PBB.
Dalam insiden yang jarang terjadi selama gencatan senjata, militer Israel mengatakan telah melancarkan serangan udara pada hari Jumat terhadap dua tersangka yang mendekati pasukan mereka di Gaza selatan. Sementara itu, sebuah rumah sakit di Khan Yunis melaporkan menerima jenazah satu orang yang tewas akibat serangan tersebut.
Salah satu sandera Israel yang dibebaskan dalam fase pertama gencatan senjata adalah Eli Sharabi, 53 tahun, yang berbagi pengalamannya dalam sebuah wawancara televisi.
"Selama satu tahun empat bulan, kaki saya dibelenggu dengan rantai yang sangat berat hingga menembus kulit saya," ungkap Sharabi.
Baca Juga: Masa Depan Gencatan Senjata Gaza Masih Tidak Pasti
Ia juga mengungkapkan penderitaan akibat kelaparan dan kekurangan makanan.
Sebagai imbalan atas pembebasan Sharabi dan sandera lainnya, Israel membebaskan sekitar 1.800 tahanan Palestina dari penjara-penjaranya.
Organisasi Physicians for Human Rights cabang Israel menerbitkan laporan yang mengecam perlakuan buruk terhadap tenaga medis Gaza yang ditahan Israel, menyebutnya sebagai perlakuan yang setara dengan penyiksaan. Laporan tersebut menyebut lebih dari 250 orang telah ditahan oleh Israel sejak perang dimulai.
Selain itu, militan Gaza juga membebaskan lima sandera asal Thailand di luar kesepakatan gencatan senjata.
Berita Terkait
-
Masa Depan Gencatan Senjata Gaza Masih Tidak Pasti
-
Iran Kecam Ancaman Militer Israel terhadap Program Nuklirnya
-
Negosiasi Gencatan Senjata Gaza Memanas: Nasib Sandera Israel Ditentukan di Kairo
-
Pria Palestina Tabrakkan Mobil ke Halte Bus Israel, 13 Orang Terluka
-
Ngaku Ingin ke Palestina Jika Jadi Presiden, Anies Kini Bagi Bantuan ke Sana: Contoh Orang Konsisten
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi
-
Penyebab Civic Ringsek di Bundaran HI, Polisi Ungkap Dugaan Pengemudi Muda Tak Fokus
-
Libur Tahun Baru 2026, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 100 Ribu Orang
-
Malioboro Belum Sepi! Wisatawan Masih Belanja Oleh-oleh Sebelum Pulang
-
BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu
-
Gebrakan Dedi Mulyadi: Jabar Haramkan Penanaman Sawit Baru, Ancam Krisis Air
-
Pupuk Bersubsidi Langsung Bergerak di Tahun Baru, 147 Transaksi Terjadi dalam 16 Menit
-
Prabowo Jawab Kritikan: Menteri Datang Salah, Tak Datang Dibilang Tak Peduli
-
KPK Ungkap Laporan Gratifikasi 2025 Capai Rp16,40 Miliar
-
Begini Kondisi Hunian Danantara di Aceh yang Ditinjau Prabowo: Ada WiFi Gratis, Target 15 Ribu Unit