Suara.com - Gerakan perlawanan Palestina Hamas sekali lagi dengan tegas menolak gagasan untuk memperpanjang fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza dengan Israel alih-alih melanjutkan kesepakatan bertahap yang telah disepakati.
“Kami tidak akan menerima perpanjangan fase pertama dan bersikeras untuk melaksanakan perjanjian di semua tahapannya sebagaimana yang telah ditandatangani,” kata pejabat senior Hamas Mahmoud al-Mardawi pada hari Minggu, menurut Resistance News Network.
Mardawi menegaskan bahwa rezim Israel hanya akan mengambil kembali tahanannya melalui kesepakatan pertukaran tahanan.
Ia mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkhayal jika ia berpikir ia dapat mencapai melalui “perang kelaparan” apa yang gagal ia capai di medan perang.
Pada hari Minggu, Israel mengumumkan bahwa mereka menghentikan pengiriman pasokan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Jalur Gaza yang dilanda perang, setelah fase pertama gencatan senjata berakhir sehari sebelumnya.
Hamas mengecam tindakan tersebut sebagai “pemerasan murahan, kejahatan perang, dan kudeta” terhadap perjanjian gencatan senjata.
Kantor Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah menerima rencana utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, untuk memperpanjang fase pertama gencatan senjata selama periode Ramadan dan Paskah.
Mardawi juga menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk "renegosiasi," mendesak para mediator untuk memaksa rezim Israel untuk melaksanakan ketentuan perjanjian sebagaimana yang telah ditandatangani.
Hazem Qassem, juru bicara Hamas, mengatakan pada Minggu malam bahwa gerakan tersebut terus berhubungan dengan pihak-pihak yang melakukan mediasi untuk memastikan dan melaksanakan tahap-tahap yang tersisa dari perjanjian gencatan senjata.
Baca Juga: Serangan Drone Israel Tewaskan 2 Warga Palestina di Gaza, Gencatan Senjata Goyah
Hamas dan Israel mengumumkan kesepakatan gencatan senjata tiga fase pada 15 Januari, menyusul negosiasi tidak langsung yang didukung PBB antara kedua belah pihak. Gencatan senjata mulai berlaku empat hari kemudian.
Gerakan perlawanan Palestina telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tetap berkomitmen pada negosiasi untuk fase kedua kesepakatan tersebut, dengan menegaskan bahwa Israel "tidak punya pilihan" selain terlibat dalam perundingan.
Berita Terkait
-
Teror Kembali Menghantui Israel, 1 Tewas Ditusuk di Haifa Pasca Blokade Gaza
-
Indonesia Kecam Upaya Israel Lemahkan Perjanjian Gencatan Senjata di Gaza
-
Pidato Paling Politik di Oscar 2025: No Other Land Karya Sineas Palestina-Israel
-
Krisis Gaza Memburuk: Ribuan Pengungsi Tanpa Tempat Tinggal, Bantuan Tersendat
-
Serangan Drone Israel Tewaskan 2 Warga Palestina di Gaza, Gencatan Senjata Goyah
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno