Suara.com - Polisi Metro Jakarta Selatan meringkus 21 orang tersangka dalam kasus pembobolan rumah di wilayah Jakarta Selatan, dalam kurun waktu Februari-Maret 2025. Adapun dari 21 tersangka yang dijerat, 20 diantaranya merupakan pria, sementara ada seorang wanita yang ikut dalam pencurian tersebut.
Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar mengatakan satu dari puluhan tersangka yang dijerat yakni berinisial IR (32), seorang asisten rumah tangga (ART) yang mencuri sebuah jam tangan mewah merek Patek Philipe senilai Rp3 miliar.
Adapun lokasi pencurian yang dilakukan oleh IR terjadi di salah satu kamar Apartemen The Pakubuwono View, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (14/3/2025) lalu.
“Pelaku ini berinisial IR yang merupakan ART dari pemilik rumah tersebut atau korban,” kata Igo, di Polres Jakarta Selatan, Senin (24/3/2025).
Dalam modusnya, IR menukar jam yang asli dengan yang palsu. Sehingga, korban tidak sadar jika kehilangan jam mewah miliknya.
Meski akhirnya korban menyadari, jika jam tangan miliknya telah ditukar. Kemudian membuat laporan ke Polres Jakarta Selatan.
“Tapi setelah dilihat oleh korban ternyata jam atau barang tersebut diganti oleh pelaku dan disadari oleh korban,” jelasnya.
Sementara itu, jam tangan hasil curian tersebut telah dijual senilai Rp550 juta di wilayah Surabaya.
Igo mengatakan, korban telah lama merencanakan pencurian ini. Bahkan ia membeli jam tangan replika yang mirip dengan milik korban sejak lama di online shop seharga ratusan ribu rupiah.
Baca Juga: Bukan Hukuman Mati, Anies Baswedan Sebut Koruptor Pantas Dimiskinkan
“Pelaku memang memikirkan secara matang yang dimana jam palsu tersebut dibeli di salah satu online shop,” ucapnya.
Selain jam tangan, lanjut Igo, sejumlah barang antik milik korban juga sempat dicuri oleh IR. Diantaranya yakni berupa lukisan, dan properti antik seperti bangku dan gamelan yang terbuat dari kayu jati.
Korban sendiri, merupakan kolektor item antik. Jadi jika ia sudah bosan dengan barang-barang yang ada di ruangannya, maka barang itu ditukar. Namun barang antik yang sebelumnya mengisi ruangan miliknya ditaruh di gudang.
Celah ini yang dimanfaatkan oleh IR untuk melakukan pencurian barang yang ada di gudang. Diantaranya pencurian lukisan koleksi milik korban.
Biasanya lukisan yang dicuri oleh IR dijual melalui online dan dikirim menggunakan ekspedisi. Adapun penjualan lukisan tersebut senilai Rp300-700 ribu. Sementara, harga pasar lukisan tersebut mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.
IR sendiri leluasa melakukan pencurian lantaran rumah tersebut sering dalam keadaan kosong. Korban hanya menempati rumah tersebut sesekali jika ada pertemuan dengan keluarga.
Berita Terkait
-
Ditinggal ART Mudik? Jangan Kalut! Ini 8 Strategi Jitu Mengurus Rumah Tetap Bersih dan Rapi
-
Tetap Waspada! Ini 10 Cara Efektif Amankan Ponsel dari Pencurian saat Mudik
-
Lagi Sibuk Siapin Buka Puasa Keluarga, Ucapan Ashanty ke ART Jadi Perbincangan Netizen
-
Bahaya di Balik Tren Live Jasa Buka Pengumuman SNBP: Waspada Pencurian Identitas!
-
Bukan Hukuman Mati, Anies Baswedan Sebut Koruptor Pantas Dimiskinkan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji