Negara-negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, telah menyerukan gencatan senjata segera agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza tanpa hambatan.
Namun, Israel tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangannya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru berulang kali menegaskan bahwa operasi militernya akan terus berlanjut hingga semua target strategis yang mereka tetapkan tercapai.
Sikap ini semakin memperburuk ketegangan di kancah internasional, di mana banyak negara mulai mempertanyakan komitmen Israel terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
Di tengah ketegangan yang terjadi, seruan Macron kepada Netanyahu menjadi bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya dan mencari solusi damai melalui jalur diplomasi.
"Kami akan terus bekerja perihal rencana rekonstruksi Arab dan tindakan kembali ke cakrawala politik berdasarkan solusi dua negara yang sangat penting, sebagai satu-satunya jalan untuk membawa perdamaian dan keamanan bagi kedua bangsa," kata Macron.
Dia menekankan bahwa segala bentuk tindakan pemindahan paksa atau aneksasi bertentangan dengan perspektif ini",ujarnya.
Pada saat yang sama, Macron menegaskan kembali bahwa pembebasan semua sandera dan jaminan keamanan Israel tetap menjadi prioritas Prancis.
Dia juga mendesak Israel untuk benar-benar mematuhi gencatan senjata yang telah mereka sepakati di Lebanon.
Baca Juga: Duka di Hari Fitri: Israel Gempur Gaza di Hari Pertama Lebaran
"Tuntutan ini ditujukan kepada semua pihak," katanya.
Macron menambahkan pula bahwa mekanisme pemantauan harus diperkuat guna memulihkan kedaulatan Lebanon sepenuhnya, yang mencakup penarikan Israel sepenuhnya dari wilayah Lebanon.
Berita Terkait
-
Warga Gaza Digempur Serangan Israel di Hari Pertama Idulfitri
-
Perilaku Tidak Pantas? Kabinet Israel Berusaha Singkirkan Jaksa Agung yang Kritik Netanyahu
-
Rafah dalam Bahaya: Saksi Mata Ungkap Tragedi Tersembunyi di Tengah Serangan Israel yang Mematikan
-
Lebanon Membara: Serangan Israel Tewaskan 6, Netanyahu Perintahkan Tindakan Tegas
-
Gaza Berkabung: Korban Tewas Tembus 50.000 Jiwa di Tengah Blokade yang Mematikan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto