Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim layanan Transjabodetabek rute Blok M-Alam Sutera mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Ia menyebut jumlah penumpang rute tersebut bisa menembus angka 3.500 orang setiap akhir pekan.
"Rute yang kemarin kita buka, yaitu Alam Sutera ke Blok M, ternyata antusiasmenya luar biasa. Setiap hari lebih dari 2.200, di akhir pekan 3.500," ujar Pramono di Jakarta Timur, Kamis 15 Mei 2025.
Menurut Pramono, angka tersebut menjadi indikasi bahwa rute penghubung Jakarta dan Banten ini benar-benar menjadi favorit.
Padahal, ia mengemukakan bahwa layanan tersebut baru diluncurkan pada akhir April 2025 lalu.
"Ini menunjukkan bahwa rute tersebut betul-betul diminati oleh masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengucapkan terima kasih kepada warga di kawasan penyangga Jakarta yang turut mendukung pengembangan jaringan transportasi antarkota ini.
Sambutan Luar Biasa
"Kami bersyukur mendapatkan sambutan yang luar biasa dari daerah penyangga Jakarta, baik itu Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, dan sebagainya," katanya.
Baca Juga: Mau Perluas Transjabodetabek ke PIK, Pramono: Wilayah yang Dianggap Elit Akan Kami Buka
Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni telah meresmikan rute Transjabodetabek Blok M-Alam Sutera pada Kamis 24 April 2025 silam.
Rute bus Transjakarta tersebut memakai kode bus S61 selama beroperasi komersil.
Peresmian rute ini, menurut Pramono, merupakan upaya untuk memperluas jangkauan layanan bus Transjakarta ke wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Sebab, selama ini transpotasi di wilayah tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi dan angkutan umum informal.
"Pada hari ini kita memulai meresmikan trayek baru Alam Sutera ke Blok M yang disebut dengan S61," ujar Pramono di Halte Transjakarta Blok M, Jakarta Selatan.
Rute baru ini memiliki panjang lintasan 59,7 kilometer dengan 26 titik pemberhentian.
Adapun waktu tempuh dari keberangkatan di Blok M sampai titik akhir Alam Sutera saat uji coba memakan waktu tempuh selama 95 menit.
"Waktu yang ditempuh dari Alam Sutera ke tempat Blok M ini dalam waktu yang padat, kan pagi hari ini adalah memang sengaja dicoba ketika traffic-nya padat itu 95 menit," ucap Pramono.
Menurut Pramono, selama uji coba dilakukan antusias masyarakat untuk naik bus rute ini begitu tinggi.
"Ini menunjukkan bahwa trayek ini pasti kami yakin akan sangat diminati, panjang lintasannya adalah 59,7 km, 26 titik atau halte yang akan dilalui," ucapnya.
Tak hanya itu, Pramono menyebut pihaknya berencana meluncurkan enam rute Transjabodetabek dalam waktu dekat.
Rute Blok M-Alam Sutera menjadi yang kali pertama diresmikan karena memiliki kepadatan penumpang tinggi.
"Dan sengaja, kenapa kemudian yang ini dibuka pertama kali, nanti akan ada 6 trayek baru Jabodetabek yang akan kami luncurkan, tetapi untuk Alam Sutera Blok M ini yang pertama karena memang kepadatannya cukup tinggi," jelas Pramono.
Rencananya, ada 24 bus yang melayani setiap harinya. Jarak kedatangan alias headway bus diperkirakan setiap 20 menit sekali.
"Saya mendapatkan laporan dari Bapak Dirut Trans Jakarta bahwa ini termasuk begitu dibuka, minatnya itu tinggi sekali, maka nanti dalam kesehariannya setiap hari akan ada 24 bus yang melayani," ujarnya.
Sebagai informasi, wilayah Jabodetabek merupakan kawasan megapolitan dengan jumlah penduduk lebih dari 30 juta jiwa.
Menurut data BPS, sekitar 4,5 juta orang melakukan perjalanan harian ke Jakarta dari daerah penyangga.
Kehadiran rute S61 diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan memperkuat konektivitas transportasi massal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat