Sara diketahui merupakan putri dari Hashim Djojohadikusumo sekaligus keponakan Presiden Prabowo. Ia terpilih kembali sebagai Ketua Umum TIDAR secara aklamasi dalam Kongres ke IV.
Kongres ke IV TIDAR itu diikuti oleh 38 pengurus daerah. Selain itu turut hadir pula sembilan pengurus luar negeri, yakni: Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Turki, Australia, Malaysia, Singapura, dan Rusia.
Terpilih Aklamasi
Sara merupakan putri dari Hashim Djojohadikusumo sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto. Ia terpilih kembali sebagai Ketua Umum TIDAR secara aklamasi dalam Kongres ke IV yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).
"Saya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo telah terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum TIDAR periode 2025-2030," tutur Sara.
Sara menyebut Kongres ke IV TIDAR diikuti oleh 38 pengurus daerah. Selain itu turut hadir pula sembilan pengurus luar negeri, yakni: Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Turki, Australia, Malaysia, Singapura, dan Rusia.
Sebagai organisasi sayap pemuda Partai Gerindra, Sara memastikan akan terus memperjuangkan keterwakilan pemuda-pemudi sebagai pemimpin di Pemilu 2029.
"Kami ingin memastikan adanya keterwakilan pemuda-pemudi yang memang terbaik, memiliki kemampuan, intelektualitas dan secara keseluruhan untuk bisa menjadi wakil-wakil kita di tahun 2029," katanya.
Menurut Sara, dalam perjalanan TIDAR juga terus mengalami kemajuan. Di mana dari yang hanya memiliki 14 pengurus daerah kekinian telah bertambah menjadi 38 pengurus daerah provinsi.
Baca Juga: Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Kembali Terpilih Menjadi Ketua Umum TIDAR
Berita Terkait
-
Komitmen Berantas Korupsi, Prabowo Klaim 6 Bulan Menjabat Selamatkan Ratusan Triliun Uang Rakyat
-
Jawab Soal Protes Guru Besar FKUI, Menkes: Kita Lakukan Kebijakan Berbasis Kepentingan Masyarakat
-
Rahayu Saraswati Jadi Ketum Lagi, Prabowo dan Puan Duduk Berdampingan di Kongres IV TIDAR
-
Terpilih Kembali Jadi Ketum TIDAR, Rahayu Saraswati Serukan Prabowo Presiden Dua Periode
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi