Suara.com - Dugaan pencemaran lingkungan kembali terjadi di wilayah DKI Jakarta. Kali ini, fenomena mencolok terjadi di aliran Kanal Banjir Timur (KBT) yang melintas kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Kanal tersebut mendadak dipenuhi busa putih pekat dalam jumlah yang sangat banyak hingga menutupi hampir seluruh permukaan air.
Kejadian ini pertama kali mencuat ke publik usai seorang warganet bernama Ilham Apriyanto mengunggah video dokumentasi melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan yang kini telah viral itu, Ilham merekam kondisi kanal dari udara menggunakan drone.
Tampak dari atas, kanal terlihat seperti dipenuhi salju atau bongkahan es layaknya lanskap di kawasan kutub.
Namun, ketika kamera mendekat, jelas terlihat bahwa yang tampak putih menyilaukan tersebut bukanlah salju atau es, melainkan busa tebal yang memenuhi permukaan air kanal.
"Hamparan busa di aliran Kanal Banjir Timur, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara," tulis Ilham dalam keterangan videonya yang diunggah pada Rabu, 18 Juni 2025.
Meski belum diketahui secara pasti asal-muasal busa tersebut, kemunculannya menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Banyak netizen menduga bahwa busa tersebut berasal dari limbah cair, baik dari aktivitas industri di sekitar kawasan maupun dari limbah domestik yang tidak diolah dengan baik sebelum dibuang ke kanal.
Rekaman Ilham sontak menuai beragam reaksi dari pengguna media sosial. Sebagian warganet sempat mengira bahwa video tersebut diambil di luar negeri, bahkan ada yang menyebutnya mirip lanskap di Kutub Utara.
"Kirain salju, ternyata busa," tulis seorang warganet.
"Bongkahan es! Eh, ternyata busa! Kirain di luar negeri," komentar lainnya dengan nada heran.
Sementara itu, banyak pula yang menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap potensi pencemaran lingkungan yang bisa berdampak luas, baik bagi ekosistem air maupun kesehatan manusia.
"Pencemaran tinggi. Sama seperti Kali Cakung dan drainase di Cilincing, makin parah aja," tulis seorang pengguna Instagram.
"BRO, itu limbah dari pabrik atau limbah domestik. Bisa rusak lingkungan, ganggu ekosistem, dan ekonomi nelayan pun bisa terdampak," ujar netizen lainnya yang menyuarakan keprihatinan serius.
Tak sedikit pula netizen yang meminta agar pihak berwenang segera turun tangan menyelidiki sumber pencemaran tersebut.
Beberapa di antaranya menilai bahwa fenomena ini bukan hal sepele dan harus diusut tuntas.
"Harus diusut nih. Kalau enggak diselidiki, bisa-bisa ini cuma jadi tontonan viral doang tanpa ada solusi," ujar seorang warganet.
"Fix ini kerjaan limbah pabrik. Pemerintah harus tegas, jangan tutup mata," timpal komentar lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta atau instansi terkait lainnya.
Sejauh ini, belum diketahui apakah busa yang muncul tersebut berasal dari limbah deterjen, bahan kimia dari industri, atau fenomena alami akibat reaksi biologis tertentu.
Pihak kelurahan Marunda maupun kecamatan Cilincing juga belum memberikan tanggapan terkait kejadian ini.
Namun melihat antusiasme publik di media sosial, diharapkan dalam waktu dekat pemerintah daerah dapat mengambil langkah investigasi dan mitigasi.
Fenomena busa di aliran air sebenarnya bukan hal yang asing di sejumlah daerah di Indonesia.
Beberapa kasus serupa pernah terjadi di sungai-sungai besar seperti Sungai Brantas di Jawa Timur atau Sungai Citarum di Jawa Barat, yang umumnya terkait dengan pencemaran akibat limbah industri yang dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu.
Kejadian di Kanal Banjir Timur ini memperlihatkan bahwa persoalan limbah dan pencemaran lingkungan masih menjadi tantangan serius di tengah urbanisasi dan aktivitas industri yang terus berkembang di ibu kota.
Jika tidak ditangani dengan serius, dampaknya bisa berlarut-larut dan merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat sekitar.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Misteri Kematian Purnawiraran Jenderal TNI di Marunda, Mobil Melaju Tanpa Ban Depan Bagian Kanan
-
Puslabfor Polri Selidiki Mobil Jenderal Purnawirawan yang Tercebur di Pelabuhan Marunda
-
Penampakan Mobil Diduga Milik Brigjen TNI (Purn) Hendrawan Ostevan Ditemukan di Laut
-
Pensiunan BIN Sempat Mengurus Tanah hingga Berputar-putar ke Bogor Sebelum Tewas Ceburkan Diri di Marunda
-
Pensiunan BIN Berpangkat Brigjen Ditemukan Tewas Mengambang di Pelabuhan Marunda, Polisi Beberkan Rekaman CCTV
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan