Suara.com - Polemik kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi hingga kini semakin memanas.
Tak hanya ijazahnya yang dipertanyakan, sejumlah pihak kini mulai menyoroti skripsi dan lokasi Kuliah Kerja Nyata atau KKN Jokowi. Terbaru, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Roy Suryo menyinggung ada banyak hal yang tidak cocok tentang KKN yang dilakukan Jokowi.
Hal tersebut dibeberkan Roy Suryo dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Deddy Sitorus Official berjudul "Roy Suryo Blak Blakan Telanjangi Kebohongan Jokowi dari Esemka sampai Ijazah Palsu" dan diunggah ulang oleh akun X @PaltiWest.
Menurut Roy Suryo, pernyataan Jokowi tentang garis waktu KKN yang dilakukannya tidak tepat.
"Penjelasan-penjelasan itu yang kemudian nggak cocok, termasuk soal KKN, Kuliah Kerja Nyata. Kan ini juga dalam rangkaian," ucap Roy Suryo kepada Deddy Sitorus.
Host podcast tersebut segera menimpali perihal IPK Jokowi yang di bawah 2. Presiden Republik Indonesia ke-7 itu sebelumnya pernah mengaku bahwa dirinya hanya mendapat IPK kurang dari 2 pada Juni 2013.
Deddy Sitorus menyoroti bahwa umumnya universitas seperti UGM tidak mengizinkan mahasiswa untuk mengikuti KKN jika IPK di bawah 2. Bahkan, sejumlah kampus mensyaratkan IPK minimal 2 untuk herregistrasi dan terancam DO atau drop out jika tidak bisa memenuhi syarat.
"Tiga tahun sudah KKN, padahal IP-nya di bawah dua. Artinya kalau kita pegang omongannya sendiri di bawah dua, ya nggak mungkin tiga tahun (sudah) KKN," kata Deddy Sitorus.
Roy Suryo pun setuju dengan pendapat pemilik podcast tersebut. Pasalnya jika dosen pembimbing Jokowi kala itu bersikap sesuai aturan, maka tak mungkin Jokowi diperbolehkan untuk mengikuti KKN.
Baca Juga: Polemik Perintah Presiden: Akankah Jokowi Bersaksi di Sidang Korupsi Impor Gula?
"Nggak mungkin, mas. Kalau di bawah dua, berarti satu semester dia hanya ngambil 15, 15, 15, nggak boleh lebih 15. Kalau benar dosen pembimbing akademiknya. Maka dia nggak akan mungkin," timpal Roy Suryo.
Lebih lanjut, Roy Suryo juga menilai bahwa banyak pihak yang mempertanyakan perihal aturan tersebut. Ia mengatakan jika Jokowi akhirnya meralat tahun KKN menjadi awal 1985, setelah sebelumnya Bareskrim Polri menyebut bahwa Jokowi melakukan KKN pada 1983.
"Nah, setelah banyak sekali suara 'nggak mungkin', dia meralat bahwa saya KKN tahun 85 awal. Loh kok 85 awal? Dulu kan katanya 83," imbuh Roy Suryo lagi.
Garis waktu tahun 1985 tersebut menimbulkan tanda tanya lainnya, di mana jika Jokowi melakukan KKN dan wisuda di tahun yang sama.
"85 KKN, wisudanya 85 juga?" tanya Deddy Sitorus, diikuti gelak tawa Roy Suryo.
Roy Suryo lantas menyinggung kedatangan Rismon Sianipar ke Boyolali, Kecamatan Wonosegoro untuk mengecek langsung lokasi KKN Jokowi. Namun, orang-orang yang tinggal di kecamatan tersebut pun turut mengatakan jika Jokowi melakukan KKN pada 1983, sesuai keterangan Bareskrim Polri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Trump Undang RI Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Datang?
-
Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa
-
Usai Kesaksian Pimpinan LKPP, Nadiem Klaim Tak Ada Kerugian Negara di Kasus Laptop
-
Anak Muda Kian Banyak Kena Diabetes, Pemerintah Siapkan Label Khusus Pada Kemasan Produk Gula Tinggi
-
Segera Terbitkan Surat Edaran Korve, Mendagri Bakal Awasi Daerah yang Tidak Bersih-bersih
-
Terkuak! Bukan Paspampres, Pelaku Penganiaya Ojol di Kembangan Ternyata Anggota Denma Mabes TNI
-
Siswa SMK 34 Jakarta Tewas Kecelakaan di Matraman Gegara Jalan Berlubang, Paramono Bilang Begini
-
Kasus Dugaan Penipuan Dana Syariah Indonesia, Dirut Minta Maaf
-
KPK Bidik Dugaan Korupsi Stadion Swarnabhumi, Nama Gubernur Jambi Al Haris Terseret
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura