Suara.com - Bagi jutaan keluarga di Indonesia, Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan angin segar dalam memastikan anak-anak mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak. PIP, sebuah inisiatif mulia dari pemerintah, bertujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Memasuki tahun 2025, banyak orang tua yang menantikan pencairan dana bantuan ini. Namun, penting untuk diingat bahwa proses pencairan seringkali bertahap, dan tidak semua penerima langsung mendapatkan dana di waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, bagi Anda para orang tua, sangat krusial untuk proaktif dalam memeriksa status PIP 2025 anak Anda.
Cara Mengecek Penerima Bantuan PIP 2025 Secara Online
Kabar baiknya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan telah menyediakan sistem pengecekan status PIP yang sangat mudah diakses secara online. Ini menghilangkan kebutuhan untuk datang ke sekolah atau kantor dinas, menghemat waktu dan tenaga Anda. Cukup dengan perangkat yang terhubung internet, Anda bisa melakukan pengecekan kapan saja dan di mana saja. Berikut adalah langkah-langkah detailnya:
1. Akses Situs Resmi Program Indonesia Pintar:
Langkah pertama adalah membuka peramban web (browser) favorit Anda, seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Safari, lalu ketikkan alamat situs resmi PIP Kementerian Pendidikan, yaitu https://pip.kemendikbud.go.id. Pastikan Anda mengetik alamat dengan benar untuk menghindari situs palsu atau penipuan.
2. Siapkan Data Penting:
Sebelum Anda mulai, pastikan Anda telah menyiapkan dua data utama yang akan diminta:
- NISN (Nomor Induk Siswa Nasional): Ini adalah nomor identifikasi unik yang diberikan kepada setiap siswa di Indonesia. NISN terdiri dari 10 digit angka. Anda biasanya dapat menemukan NISN pada rapor anak Anda, kartu pelajar, atau dapat menanyakannya langsung ke pihak sekolah.
- NIK (Nomor Induk Kependudukan): NIK adalah nomor identifikasi diri yang tertera pada Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua/wali. NIK terdiri dari 16 digit angka. Pastikan Anda menggunakan NIK yang terdaftar pada data keluarga siswa.
3. Masukkan Data ke Kolom yang Tersedia:
Setelah situs terbuka, Anda akan melihat kolom-kolom kosong yang perlu diisi.
Baca Juga: Solusi Jika Nama Tidak Muncul di BSU BPJS Ketenagakerjaan
- Cari kolom bertuliskan "NISN" dan masukkan 10 digit NISN anak Anda dengan teliti. Jangan sampai ada kesalahan penulisan angka.
- Kemudian, cari kolom "NIK" dan masukkan 16 digit NIK dari Kartu Keluarga Anda. Periksa kembali setiap angka untuk memastikan akurasi.
4. Isi Kode Captcha:
Untuk memastikan bahwa Anda adalah pengguna manusia dan bukan robot, situs akan menampilkan kode captcha. Kode ini biasanya berupa kombinasi huruf dan angka acak yang harus Anda masukkan ke kolom yang disediakan. Jika kode sulit dibaca, biasanya ada opsi untuk menyegarkan kode atau meminta kode audio.
5. Klik Tombol "Cari":
Setelah semua kolom terisi dengan benar (NISN, NIK, dan captcha), klik tombol yang bertuliskan "Cari" atau "Cek Penerima PIP" (teks tombol bisa sedikit bervariasi).
Jika siswa terdaftar sebagai penerima PIP 2025, maka akan muncul nama siswa dan status pencairan di kolom SK Pemberian atau SK Nominasi tahun 2025.
Sedangkan apabila siswa tidak terdaftar atau data tidak ditemukan, maka ada beberapa kemungkinan, seperti kesalaham input data, data belum diperbaharui sehingga perlu mencoba mengecek kembali dalam beberapa hari, atau ada kemungkinan anak Anda belum terdaftar sebagai penerima PIP untuk tahun 2025. Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti kriteria kelayakan yang belum terpenuhi, kuota, atau proses pendataan yang belum lengkap.
Berita Terkait
-
Pemberian Bansos dan BSU Rp600 Ribu Berlanjut Usai Juli 2025?
-
Wamensos Agus Jabo Jamin Bansos Tak Jadi Alat Politik, Komitmen Prabowo Terungkap!
-
Kemensos Tegaskan Bansos Tidak Boleh Jadi Alat Politik!
-
Cara Melaporkan BSU dan Bansos yang Tidak Tepat Sasaran
-
Bansos Salah Sasaran? Laporkan Sekarang! Kemensos Buka Kanal Baru, Ini Caranya
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis