Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian menggelar aksi simbolik di depan Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta pada peringatan HUT ke-79 Bhayangkara yang jatuh pada Selasa, 1 Juli 2025.
Aksi ini sebagai bentuk kritik terhadap ketidakprofesionalan dan berbagai aksi kekerasan yang melibatkan kepolisian yang tak kunjung direspons dengan perbaikan secara menyeluruh.
Aksi simbolik itu mereka gelar dengan berbagai kegiatan, salah satunya teatrikal sebagai pengingat atas berbagai kasus kekerasan oleh kepolisian yang memakan korban jiwa.
Teaterikal diperankan sejumlah orang yang mengenakan pakaian serba putih. Dalam aksinya mereka meneriakkan sejumlah nama korban kekerasan oleh kepolisian.
Di antaranya, Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 135 orang meninggal pada 2022; Afif Maulana di Padang, Sumatera Barat yang diduga jadi korban penyiksaan kepolisian pada Juni 2024, hingga kasus penembakan terhadap Gamma Rizkynata Oktafandy di Semarang pada Desember 2024.
Teatrikal kemudian mereka akhiri dengan menyiramkan cat berwarna merah sebagai simbol darah kepada salah satu pemeran yang tergulung kain panjang putih.
Wakil Ketua YLBHI, Arif Maulana yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian, menjelaskan teatrikal itu menggambarkan bagaimana penderitaan yang dialami oleh para korban.
Alih-alih, melakukan perbaikan justru kepolisian berupaya melakukan pencitraan atas berbagai kekerasan yang dilakukannya.
"Bahwa selama ini seringkali fakta di lapangan berbeda dengan narasi di media. Ada pencitraan yang dilakukan oleh institusi kepolisian ketika ada berbagai kasus yang menjerat anggotanya," kata Arif saat ditemui Suara.com di lokasi.
Baca Juga: Robot Polisi Sempat Bermasalah saat Dipamerkan di HUT ke-79 Bhayangkara, Alasannya Begini!
Dalam aksinya mereka juga membentangkan spanduk besar yang bertuliskan "Polisi akan Terus Membunuh!! Reformasi Polisi Segera." Aksi kemudian mereka akhiri dengan memberikan piagam penghargaan yang berisi sindiran kepada kepolisian.
"Kami memberikan penghargaan piagam kepada institusi kepolisian yang hari ini berulang tahun. Yang pada intinya mengingatkan sejumlah hal yang di antaranya adalah soal bagaimana kerusakan dan problem-problem kepolisian itu terjadi," jelas Arif.
Piagam penghargaan itu berisi sembilan poin sendiri yang merepresentasikan kritikan masyarakat terhadap Polri. Adapun beberapa poin kritikan itu berbunyi, "Konsisten dikritik rakyat tak goyah, dipuji presiden langsung sumringah."
Kemudian berbunyi, "Keuletan melanggengkan pelanggaran kebebasan sipil, meski dalam kondisi kamera menyala dan di depan umum.
Di akhir piagam penghargaan itu terdapat tulisan yang berbunyi, "Diberikan pada peringatan Hari Bhayangkara ke 79, sebagai peringatan bahwa kepercayaan publik tidak lahir dari ruang kosong melainkan realitas keseharian."
Berita Terkait
-
Bantah Robot Polisi Habis Miliaran, Operator Sebut Polri Tidak Membeli
-
Momen HUT ke-79 Bhayangkara, Ini Sederet Asa Anggota DPR ke Polri
-
Pamer ke Prabowo, Kapolri Listyo Klaim Indonesia Aman Serangan Teroris: Zero Attack Sejak 2023
-
Gelar Aksi di Polda Metro, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Reformasi Polri
-
Robot Polisi Sempat Bermasalah saat Dipamerkan di HUT ke-79 Bhayangkara, Alasannya Begini!
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik
-
KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024
-
Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model