S2 & S3: Unggul (Skor 578–640)
2. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris
Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris diwajibkan bagi pendaftar beasiswa yang memilih perguruan tinggi di luar negeri. Namun, tidak semua jenis sertifikat bisa digunakan dalam Beasiswa Unggulan.
Sertifikat yang diterima hanya sertifikat TOEFL ITP, IBT, PTE Academic, dan IELTS dari lembaga resmi. Selain sertifikat tersebut, tidak dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa.
Adapun skor minimal pada masing-masing sertifikat yang wajib dipenuhi adalah sebagai berikut:
- S1: ITP/PBT (skor 500), PTE Academic (skor 34), IBT (skor 52), IELTS (skor 5.0)
- S2 dan S3: ITP/PBT (skor 550), PTE Academic (skor 58), IBT (skor 80), IELTS (skor 6.5)
3. Sertifikat prestasi
Sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik tingkat nasional atau internasional diutamakan sebagai syarat umum pendaftaran Beasiswa Unggulan. Dengan melampirkan sertifikat prestasi, menjadi bukti bahwa pendaftar memiliki rekam jejak prestasi yang diakui secara resmi.
Berikut beberapa contoh jenis sertifikat prestasi, seperti:
- Juara olimpiade sains tingkat nasional atau internasional.
- Pemenang lomba debat, karya tulis ilmiah, atau kompetisi seni tingkat nasional atau internasional.
- Pengalaman menjabat sebagai pemimpin atau pengurus dalam organisasi di tingkat nasional atau internasional.
- Sertifikat penghargaan dari lembaga resmi pemerintah atau organisasi internasional.
4. Sertifikat kompetensi
Untuk beberapa bidang studi, sertifikat kompetensi juga sangat berguna sebagai dokumen pendukung pendaftaran.
Contoh Sertifikat Kompetensi yang Diakui:
- Sertifikat pelatihan atau kursus berskala nasional atau internasional yang relevan dengan bidang studi yang diambil.
- Sertifikat keahlian, kejuruan, dan profesi khusus yang diakui oleh lembaga pemerintah, badan sertifikasi, atau asosiasi profesi.
Berita Terkait
-
Jadi Saksi di Sidang Noel, Direktur PT BSK Ngaku Bayar Rp100 Juta per Tahun untuk Sertifikat K3
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Eks Kapusdatin Ungkap Gaji Tenaga Ahli Era Nadiem Capai Ratusan Juta dari APBN
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Saksi Sebut Nadiem Makarim Transfer ke 5 Stafsus Pakai Uang Pribadi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak
-
Studi: Panas Kendaraan Naikkan Suhu Kota Hingga 0,35 Derajat Celsius
-
6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk
-
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
-
Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat
-
Agar Produk Lokal Dilirik Dunia, Indonesia Mulai Perketat Standar Sertifikat Energi Hijau
-
ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama