Latar belakangnya adalah seorang teknokrat murni, seorang ilmuwan dengan spesialisasi yang sangat relevan untuk negara kepulauan: teknologi penginderaan jauh (remote sensing).
Ia adalah doktor lulusan University of Iowa, AS, di bidang yang memanfaatkan citra satelit untuk memetakan dan menganalisis sumber daya bumi.
Keahlian inilah yang membuatnya menjadi figur otoritatif dalam isu geospasial dan kelautan.
DNA Internasional: Dari PBB hingga Jaringan Global
Karier Indroyono tidak hanya terbatas di dalam negeri. Jauh sebelum menjadi menteri, ia telah malang melintang di panggung internasional sebagai seorang birokrat global.
Selama satu dekade (2002-2012), ia menjabat sebagai direktur di Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
Salah satu badan khusus di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berbasis di Roma, Italia.
Di FAO, ia memimpin Divisi Perikanan dan Akuakultur, sebuah posisi yang memberinya perspektif global tentang bagaimana dunia mengelola sumber daya lautnya.
Pengalaman ini memberinya jaringan yang luas di kalangan para pembuat kebijakan, ilmuwan, dan organisasi internasional di seluruh dunia.
Baca Juga: Sosok Judha Nugraha: 'Guardian Angel' WNI Kini Mengemban Misi Baru di Muscat
Ia terbiasa duduk di meja perundingan, merumuskan standar global, dan memahami kompleksitas isu pangan dan sumber daya alam dari berbagai sudut pandang.
Setelah tidak lagi di kabinet, ia tetap aktif berkontribusi, salah satunya sebagai Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta menjadi bagian dari Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Mengapa Washington? Kombinasi Tepat untuk Tantangan Masa Depan
Jika Indroyono Soesilo benar-benar berlabuh di Washington, ia akan membawa bekal yang sangat unik. Hubungan Indonesia-AS saat ini tidak hanya berkutat pada isu politik tradisional.
Tiga arena utama menjadi penentu:
1. Geopolitik Indo-Pasifik
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional