Suara.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai penggunaan dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diterima pekerja tidak digunakan judi online atau game.
Agar BSU ini tepat manfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kita tidak hanya mengawal penyaluran BSU, tetapi juga mengawasi para pekerja penerima manfaat dalam membelanjakan dana bantuan upah subsidi ini," kata Asisten III Pemprov Kepulauan Babel Ahmad Yani di Pangkalpinang, Ahad 6 Juli 2025.
Ia mengatakan jumlah pekerja penerima BSU 2025 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 90.126 orang pekerja dengan total nominal sebesar Rp54.075.600.000 dan disalurkan melalui Bank Himbara Rp39.925.800.000 dan Kantor Pos sebesar Rp14.149.800.000.
"BSU ini harus digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak untuk beli rokok, bayar judi online, game dan lainnya," katanya.
Ia menyatakan bantuan BSU ini untuk menopang ekonomi para pekerja untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya dan menjadi stimulan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Ia memastikan penyaluran BSU di Kantor Pos dan Bank Himbara hingga saat ini berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
"Kami ingin memastikan BSU ini tepat sasaran, jumlah, manfaat dan bebas dari penyimpangan," katanya.
Sebanyak 16.754 orang juru parkir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2025 sebesar Rp10 miliar.
Baca Juga: Bansos Bocor ke Judi Online: PPATK Temukan Rp2 Triliun Mengendap di Rekening Judol
Guna membantu perekonomian keluarga juru parkir di daerah itu.
"Pada para juru parkir kendaraan ini mendapatkan BSU sebesar Rp600.000," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang Evi Haliyati Rachmat di Pangkalpinang.
Ia mengatakan sebanyak 16.754 juru parkir ini penerima BSU tahun ini tersebar di enam kabupaten dan satu kota se-Provinsi Kepulauan Babel.
Yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang.
"Alhamdulillah, para juru parkir ini mendapatkan BSU Juni sebesar Rp300.000 dan Juli Rp300.000 dan dibayarkan sekaligus, sehingga masing-masing pekerja mendapatkan BSU Rp600.000," katanya.
Ia mengatakan para penerima manfaat BSU ini dapat mencairkan bantuan subsidi upah tahun ini di PT Pos Indonesia dan Bank Himbara yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota se-Kepulauan Babel.
"Mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat meringankan beban para juru parkir dalam memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.
Asisten III Pemprov Kepulauan Babel Ahmad Yani mengatakan BSU ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk membantu meringankan para pekerja yang terdampak kondisi ekonomi khususnya pasca-pandemi COVID-19 dan tekanan inflasi global.
"Kami berharap juru parkir memanfaatkan dana bantuan ini dengan sebaik-baiknya, dengan tidak membelanjakan uang BSU untuk membeli kebutuhan yang tidak penting, seperti rokok, main judi online, game dan lainnya," kata Ahmad Yani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik