Suara.com - Sebuah pertemuan yang menarik perhatian publik terjadi antara pengamat politik kontroversial, Rocky Gerung, dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Pertemuan ini menjadi sorotan lantaran isinya disebut-sebut membahas hal-hal yang selama ini "tidak boleh dibicarakan" di ruang publik.
Rocky Gerung sendiri yang membocorkan detail pertemuan ini dalam sebuah podcast Panji Pragiwaksono.
Publik pasti dibuat bertanya-tanya, mengapa dua tokoh dengan latar belakang yang berbeda ini perlu bertemu secara khusus? Dan isu-isu "terlarang" apa saja yang menjadi topik pembicaraan mereka?
Isu Sensitif yang "Tidak Boleh Dibicarakan"
Dalam penuturannya, Rocky Gerung mengungkap bahwa inti dari pertemuannya dengan Dasco adalah untuk mendiskusikan berbagai isu krusial yang selama ini cenderung dihindari atau dibungkam dalam wacana publik.
Isu-isu tersebut mencakup, namun tidak terbatas pada, kebijakan dan posisi Presiden Jokowi, proyek-proyek strategis yang digagas oleh Prabowo Subianto, hingga fenomena intrusi politik global yang memengaruhi kedaulatan bangsa.
Yang menarik, Rocky Gerung menekankan bahwa diskusi berlangsung secara konseptual, tanpa menyasar individu atau orang tertentu. Ini mengindikasikan adanya upaya untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas dan strategis, di luar kepentingan personal atau kelompok.
"Membicarakan semua isu yang 'tidak boleh dibicarakan,' termasuk isu Jokowi, proyek strategis Prabowo, dan intrusi politik global, secara konseptual tanpa membahas orang secara spesifik," ungkap Rocky Gerung.
Baca Juga: Berani Usik Ijazah Jokowi, Beathor Suryadi Seketika Dipecat, Rocky Gerung: Dia Pahlawan Tanpa Takut
Pernyataan ini sontak memicu spekulasi luas di kalangan pengamat dan masyarakat, menebak-nebak hidden agenda atau pesan tersembunyi di balik pertemuan tersebut.
Dasco: Mencari Argumen Tandingan dari Masyarakat Sipil?
Lebih lanjut, Rocky Gerung memberikan perspektifnya mengenai motivasi di balik inisiatif Dasco untuk bertemu dengannya.
Menurut Rocky, Dasco Ahmad ingin berdialog dengan masyarakat sipil untuk mendapatkan argumen tandingan.
Ini mengisyaratkan adanya kebutuhan dari lingkaran kekuasaan untuk mendapatkan pandangan kritis dan perspektif yang berbeda dari luar sistem, demi menyeimbangkan diskursus atau bahkan mengevaluasi kebijakan yang ada.
Dalam konteks politik, upaya untuk mencari "argumen tandingan" dari elemen masyarakat sipil yang kritis seperti Rocky Gerung dapat diartikan sebagai langkah untuk menguji ide, mengidentifikasi kelemahan, atau bahkan membangun narasi yang lebih kuat di tengah berbagai kritik yang mungkin muncul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP