Suara.com - Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno soal kondisi ekonomi Jakarta yang masih baik menuai kritikan dari kalangan legislatif. Klaim Rano yang disampaikan saat penutupan Jakarta Fair Kemayoran 2025 dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi lapangan.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan menilai pernyataan Rano terlalu optimistis. Ia mengingatkan bahwa jumlah transaksi Jakarta Fair tahun ini justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Kenyataannya perputaran uang selama PRJ (Jakarta Fair) tahun ini malah turun sebesar Rp200 miliar. Hal ini berkebalikan dengan apa yang dinyatakan oleh Bang Doel. Bagaimana itu bisa dikatakan sebagai suatu kesuksesan dan lebih jauh lagi perekonomian Jakarta fine-fine saja,” kata August, Senin (14/7/2025).
Meski demikian, August tetap memberi apresiasi atas pelaksanaan PRJ 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong konsumsi domestik. Menurutnya, acara tersebut tetap penting untuk mendukung pelaku usaha lokal.
“Acara (PRJ) itu sangat penting untuk mendongkrak konsumsi dan menghidupkan pelaku-pelaku usaha lokal. Namun, kita juga perlu realistis dalam membaca dan menafsirkan data,” ujarnya.
Menurut August, kondisi ekonomi Jakarta belum bisa dikatakan pulih, terutama bila melihat indikator seperti daya beli masyarakat dan tingkat pengangguran yang masih tinggi. Ia merujuk data dari Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, yang sebelumnya menyatakan bahwa daya beli masyarakat masih melemah di awal 2025.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan bahwa hingga Februari 2025, sebanyak 338 ribu warga Jakarta tercatat menganggur.
“Kini banyak warga Jakarta yang daya belinya masih belum pulih sejak perekonomian menurun dari awal bulan lalu. Selain itu, lebih dari 300 ribu warga yang masih menganggur. Ini merupakan permasalahan-permasalahan besar yang menghantui pencapaian dalam PRJ,” kata August.
Ia juga menyoroti fenomena lulusan sarjana yang mendaftar menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), sebagai sinyal keterbatasan lapangan kerja yang serius.
Baca Juga: Kunjungan ke New York Sepekan, Pramono Tetap Pantau Pemerintahan DKI
“Terbaru, kami juga dibuat kaget dengan adanya lulusan sarjana yang mendaftar jadi PPSU. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan lapangan tenaga kerja juga menjadi masalah. Sehingga, kami ingin Pemprov DKI tetap fokus menyelesaikan banyaknya permasalahan ekonomi serta tidak larut dalam optimisme yang bersifat semu,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
-
Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung
-
Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz
-
Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung
-
Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang