Suara.com - Kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Arya Daru Pangayunan, masih menyisakan banyak tanda tanya. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan wajah terlilit lakban dengan tubuh terselimuti rapi.
Kriminolog Universitas Indonesia, Haniva Hasna, memberikan pandangannya terhadap kasus ini. Ia menyangsikan bahwa Arya mengakhiri hidupnya sendiri berdasarkan kondisi fisik saat ditemukan.
“Kalau kita melihat bagaimana lilitannya, kalau dia dituduh menghilangkan nyawa sendiri sepertinya agak susah ya,” ujar Haniva dikutip dari YouTube tvOneNews pada Selasa, 15 Juli 2025.
Menurutnya, tindakan seperti itu sangat sulit dilakukan tanpa bantuan atau keterampilan khusus.
“Karena biar bagaimanapun juga ketika dia melilit kepalanya berarti dia harus punya keterampilan tertentu,” imbuhnya.
Menurut Haniva, dalam kondisi seseorang kehabisan oksigen, tubuh akan merespons secara refleks sehingga gerakan-gerakan yang ditimbulkan seharusnya menimbulkan posisi tubuh yang tidak beraturan.
Namun kondisi tubuh Arya pada saat pertama kali ditemukan justru terlihat rapi, bahkan tubuhnya ditutupi selimut.
“Ketika dia menutup hidungnya, secara alami ketika dia kehilangan oksigen dia pasti akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak bisa dikontrol,” kata Haniva.
Baca Juga: Mantan Kabareskrim Bongkar 5 Langkah Krusial dalam Teka-Teki Kematian Diplomat Muda
“Gerakan-gerakan itu menimbulkan posisi yang asimetris, sementara korban ditemukan dalam kondisi yang sangat rapi dan dalam kondisi terselimuti,” katanya menyambung.
Dengan kondisi tersebut, Haniva menduga ada sesuatu yang janggal dengan kematian Arya.
“Artinya kalau dalam kondisi ini berarti ada sesuatu yang aneh dan janggal,” ujarnya.
Ia menduga bahwa kematian Arya sengaja dibuat seolah-olah merupakan tindakan bunuh diri, padahal sebenarnya bisa jadi merupakan hasil dari pembunuhan yang dikondisikan seolah menjadi kasus bunuh diri.
“Jangan-jangan ini apakah kondisi di mana stage bunuh diri pasca pembunuhan. Jadi dikondisikan, atau dinarasikan ini seolah-olah bunuh diri padahal dia mengalami pembunuhan,” kata Haniva.
Menurut pandangannya sebagai kriminolog, Haniva juga menekankan pentingnya menelusuri siapa saja orang-orang di sekitar Arya yang terakhir kali berinteraksi dengannya sebelum kejadian.
Berita Terkait
-
Seminggu Berlalu, Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru Mandek? Ini Kata Polda Metro Jaya
-
Kematian Arya Daru Pangayunan: Video Call Terakhir Jadi Petunjuk? Istri Ungkap Hal Janggal Ini
-
Diplomat Kemlu Tewas Terlakban: Cerita Kakak Ipar Ungkap Sosok 'Family Man' Arya Daru Pangayunan
-
Misteri Kematian Diplomat Arya Daru: Keluarga Ungkap Fakta Ini, Desak Pengawalan Kasus
-
Bedah Tuntas Metode Investigasi Ilmiah dalam Mengungkap Kematian Diplomat Arya
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola Dapur MBG, Bisa Jadi Laboratorium Praktik Mahasiswa
-
Cemburu Buta Berujung Bacok Pegawai Restoran di Tomang, Dua Pelaku Ditangkap
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo