Suara.com - Polda Jabar membongkar modus operandi mengerikan sindikat penjual bayi ke Singapura. Tak hanya menculik, sindikat ini beroperasi layaknya pabrik dengan sistem 'pesan' sejak bayi masih dalam kandungan, lengkap dengan perekrut, perawat, hingga pembuat dokumen palsu.
Sedikitnya 24 bayi dari Jawa Barat (Jabar) telah menjadi korban sindikat penjual bayi itu. Pengungkapan kasus sindikat jual beli bayi oleh Polda Jawa Barat membuka tabir modus operandi yang sangat terorganisir dan mengerikan.
Tak sekadar menculik, sindikat penjual bayi ini beroperasi layaknya sebuah 'pabrik' manusia yang sudah menargetkan dan 'memesan' bayi bahkan sejak korban masih berada di dalam kandungan.
Dengan jaringan yang rapi, sedikitnya 24 bayi dari Jawa Barat telah menjadi korban untuk dijual ke Singapura.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat terus mendalami kasus perdagangan manusia yang berawal dari pengembangan kasus penculikan anak di Kota Bandung.
Dari penangkapan 12 tersangka, terungkap sebuah jaringan kejahatan yang sistematis dengan peran yang berbeda-beda, mulai dari hulu hingga hilir.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, menjelaskan bahwa sindikat ini tidak bekerja secara acak.
Mereka memiliki sistem yang sangat terstruktur untuk memastikan pasokan bayi tetap berjalan. Yang paling mengejutkan adalah praktik pemesanan yang dilakukan jauh sebelum bayi lahir.
“Bahkan penjualan sampai sebelum lahir, yaitu dari kandungan kemudian ada penampungnya, dan juga ada pembuat surat-suratnya, dan juga pengirim,” kata Surawan di Bandung, Selasa.
Baca Juga: Jaringan Iblis Terbongkar: 8 Fakta Mengerikan Sindikat Penjual Bayi dari Jabar ke Singapura
Struktur sindikat ini dibagi menjadi beberapa lapis. Ada tim yang bertugas sebagai perekrut awal, yang mendekati calon ibu atau orang tua dalam kondisi rentan.
Setelah 'kesepakatan' tercapai, ada pihak lain yang berperan sebagai perawat atau penampung bayi setelah dilahirkan.
Untuk memuluskan perjalanan lintas negara, sindikat ini juga memiliki unit khusus pembuat dokumen palsu, hingga kurir yang bertugas mengirim bayi ke titik transit sebelum ke tujuan akhir.
Skala operasi sindikat ini pun tidak main-main. Menurut keterangan para tersangka, praktik biadab ini telah berjalan cukup lama. “Mereka sudah beroperasi sejak tahun 2023,” kata Surawan.
Selama periode tersebut, sindikat ini telah berhasil memperdagangkan puluhan nyawa tak berdosa. “Kami mendapatkan keterangan bahwa tersangka sudah pernah mengambil sebanyak 24 bayi,” ungkapnya.
Bayi-bayi malang tersebut mayoritas berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Jaringan Iblis Terbongkar: 8 Fakta Mengerikan Sindikat Penjual Bayi dari Jabar ke Singapura
-
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi, Jauh dari Target SDGs
-
Bayi dari Jabar yang Dijual ke Singapura Lebih Murah dari iPhone 12
-
Lisa Mariana Tak Berkutik di Polda Jabar: 7 Fakta Terbongkarnya Skandal Video Syur Dirinya
-
Dihargai Rp 11 Juta, 24 Bayi Asal Jabar Dijual ke Singapura, Diincar Sejak Dalam Kandungan?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
SIPSS Polri 2026: Jadwal, Syarat, Link Pendaftaran dan Daftar Jurusan
-
Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor
-
Dirut IAT: Ada 7 Kru Pesawat ATR 42 yang Hilang di Maros
-
Antisipasi Banjir Rob hingga 20 Januari, Ancol Siagakan 68 Pompa Air
-
Menteri KKP: Tiga Personel PSDKP Hilang di Balik Kabut Maros
-
Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Sebar 2,4 Ton Garam untuk Halau Hujan Jakarta
-
Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru
-
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, TNI AU Terjunkan Helikopter Caracal Sisir Lokasi
-
Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir
-
Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini