Resin kemenyan dihasilkan oleh luka-luka memar yang dibuat di kulit batang pohon beberapa spesies Styrax yang tumbuh di Indonesia bagian barat dan di Asia Tenggara.
Setelah disadap dari batang, getahnya mengeras dan dikeringkan selama beberapa bulan sebelum dipasarkan.
Proses penyadapan biasanya memerlukan waktu 4-6 bulan hingga kering, dan pohon bisa menghasilkan resin selama 20-30 tahun.
Indonesia merupakan produsen utama kemenyan di dunia dengan menyumbang sekitar 70-80 persen dari total produksi global dengan areal tanam sekitar 1,2 juta hectare yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Selain di Indonesia, tanaman ini dapat ditemukan di Malaysia, Thailand, Laos dan Vietnam.
Seperti yang dibahas diawal, bahwa kemenyan ini sering dibakar sebagai dupa dalam ritual keagamaan (Islam, Hindu, Buddha), adat Batak (ritual Marhottas) serta sesajen Jawa dan Bali.
Asap yang muncul dari dupa ini dipercaya dapat mensucikan ruangan, mengusir hal negatif, dan menciptakan suasana Khusyuk.
Tak hanya itu, Kemenyan juga digunakan sebagai ekspektoran untuk meredakan batuk, bronchitis, asma, serta sebagai antiseptic untuk luka, gusi bengkak, herpes hingga infeksi kulit.
Kemenyan dapat membantu meredakan nyeri sendi, arthritis, rematik dan peradangan kulit seperti eksim berkat sifat anti-inflamasinya
Baca Juga: Gibran Terancam Lengser? Analisis 4 Tokoh Kunci dan Jalan Terjal Pemakzulan
Aroma kemenyan juga digunakan sebagai aromaterapi yang dapat membantu relaksasi, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kualitas tidur.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
-
Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
-
Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung
-
PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat