"Penonaktifan Kepsek, langkah selanjutnya dilakukan pendalaman oleh Pemprov," ujar Kepala KCD Pendidikan Wilayah XI Garut, Aang Karyana. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi memandang kasus ini dengan sangat serius.
4. Polisi Masih Selidiki Motif, Misteri Belum Terpecahkan
Meskipun hasil olah TKP awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik dan mengarah pada bunuh diri, Polres Garut menegaskan bahwa penyebab atau motif di balik tindakan nekat korban masih menjadi sebuah misteri besar.
"Penyebab gantung dirinya kita lakukan penyelidikan," tegas AKP Joko Prihatin.
Polisi belum bisa menyimpulkan apakah perundungan menjadi faktor utama, menunjukkan kompleksitas kasus yang membutuhkan bukti lebih dari sekadar rumor di media sosial.
5. Keroyokan Instansi Pemerintah Turun Gunung
Kasus ini menyedot perhatian luar biasa dari berbagai level pemerintahan. Tim dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan, hingga Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat, semuanya "turun gunung" ke Garut.
Mereka berupaya mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah dan keluarga, meskipun pendekatan kepada keluarga dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi yang masih berduka.
6. Gubernur Jabar Ambil Langkah Darurat: Siapkan 200 Psikolog
Baca Juga: Insiden Maut Saat Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi Bisa Dijerat Pasal 359 KUHP
Melihat kasus ini sebagai puncak gunung es dari masalah kesehatan mental remaja, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan rencana darurat.
Ia berencana menempatkan psikolog profesional di setiap SMP dan SMA di Jawa Barat. Menurutnya, Guru Bimbingan Konseling (BK) saja tidak cukup untuk menangani problem yang sudah akut.
Kata Dedi, saat ini siswa sekolah di Jabar tengah mengalami berbagai kendala psikologis termasuk moral dengan berbagai kasus kekerasan yang di dalamnya ada perundungan atau soal seksual, bahkan hingga sampai mengakibatkan kasus bunuh diri seperti di SMAN 6 Garut.
"Saya khawatir peristiwa-peristiwa seperti ini juga terjadi di SMA lain. Maka, kami sedang menyiapkan evaluasi menyeluruh. Salah satunya mendatangkan psikolog ke sekolah-sekolah," kata Dedi
"Saya sudah siapkan 200 psikolog untuk ditugaskan. Guru BK tidak cukup karena mereka bukan dilatih sebagai psikolog. Hari ini menurut saya sudah semestinya di setiap sekolah ada psikolog," kata Dedi.
7. Tim Anti-Kekerasan Sekolah Jadi Sorotan Utama
Tag
Berita Terkait
-
Insiden Maut Saat Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi Bisa Dijerat Pasal 359 KUHP
-
Tragedi Pesta Rakyat Garut, Pakar Hukum Soroti Ancaman Penjara 5 Tahun untuk Anak Dedi Mulyadi?
-
'Ini Bukan Musibah', Pakar Sebut Panitia Pesta Berujung Maut Anak Dedi Mulyadi Bisa Dibui 5 Tahun
-
Evaluasi Erick Thohir ke Pemain Timnas Indonesia U-23 Jelang Lawan Malaysia
-
Lolos dari Maut, Begini Kondisi 9 Korban Selamat Tragedi Pesta Rakyat Anak Dedi Mulyadi di Garut
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
-
Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir
-
DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau
-
Eks Plt Dirjen Paudasmen Akui Dapat Rp75 Juta Terkait Pengadaan Chromebook: Dari Saudara Mulyatsyah
-
Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki
-
Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana
-
Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?
-
Menteri Nusron Kucurkan Rp3,1 M, Terbitkan SK 'Tanah Musnah' untuk Korban Bencana Aceh
-
Gubernur Pramono Persilakan Buruh Gugat UMP Jakarta ke PTUN: Ini Negara Demokrasi
-
Bongkar Borok Korupsi Chromebook, Saksi Sebut Ada 'Jatah' Keuntungan 30 Persen dari Google