Suara.com - Nama Letkol Teddy Indra Wijaya terus melambung di pusaran politik nasional. Sosoknya yang melekat dengan Presiden Prabowo Subianto memicu spekulasi liar mengenai masa depannya, terutama menyongsong kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Namun, di balik popularitasnya yang meroket, terbentang sebuah kalkulasi politik yang rumit dan penuh risiko.
Politisi senior, Zulfan Lindan, memberikan analisis tajam mengenai peta jalan politik yang mungkin dihadapi Teddy.
Menurutnya, langkah yang diambil Teddy pada 2029 akan sangat menentukan nasibnya pada pertarungan sesungguhnya di Pilpres 2034. Pilihan yang ada bukanlah sekadar maju atau tidak, melainkan sebuah permainan catur politik jangka panjang.
Risiko di Balik Bayang-Bayang Prabowo
Zulfan Lindan menyoroti ketergantungan citra politik Teddy pada Prabowo Subianto. Ia mengingatkan bahwa kekuatan Teddy saat ini adalah pantulan dari kekuatan patronnya. Tanpa Prabowo, posisi tawar Teddy bisa jadi sangat berbeda di mata partai politik.
"Kan begini orang kan melihat letkol Teddy ini kan melihat Pak Prabowo kan. Ya kan tanpa Pak Prabowo siapa Letkol Teddy kata orang. Betul enggak? Orang biasa aja. Iya kan gitu," ujar Zulfan dikutip dari Youtube Retorika Show.
Ketergantungan ini, menurut Zulfan, menjadi pisau bermata dua. Jika Teddy maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada 2029, ambisi selanjutnya tentu adalah menjadi calon presiden pada 2034. Di sinilah letak masalahnya.
"Letkol Teddy repotnya nanti oke jadi wakil presiden kan keinginannya selanjutnya nanti jadi presiden kan. Waktu presiden itu dia dengan kekuatannya sendiri tanpa Pak Prabowo di situ. Iya kan? Partai-partai bisa menghitung ulang gitu. Jadi kan yang paling bagus tuh sabar," analisisnya.
Baca Juga: Kapolri Minta Hima Persis Bersinergi Kawal Program Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ketika Prabowo tidak lagi menjadi faktor dominan pada 2034, partai politik akan melakukan kalkulasi ulang dan bisa saja meninggalkan Teddy yang dianggap tak lagi memiliki daya ungkit elektoral yang kuat.
Skenario Paling Menguntungkan: Lepas dari Orbit Prabowo?
Zulfan Lindan justru melihat ada skenario yang lebih strategis bagi Teddy. Alih-alih menjadi cawapres Prabowo pada 2029, akan jauh lebih menguntungkan bagi Teddy untuk menjadi pendamping bagi figur lain.
Langkah ini akan memberinya panggung untuk membuktikan kapasitas dan membangun basis kekuatannya sendiri, lepas dari bayang-bayang Prabowo.
"Teddy lebih menguntungkan jadi wapresnya orang lain dibanding jadi wapresnya Pak Prabowo supaya tidak berat ya di situlah dia nanti menunjukkan kemampuannya. Nah, nanti di situ baru 2034 dia maju sebagai capres," tegasnya.
Menurut Zulfan, kapasitas Teddy untuk menjadi seorang wakil presiden sebenarnya tidak perlu diragukan. Namun, dalam politik, kapasitas saja tidak cukup. Kondisi dan momentum politik adalah raja.
Berita Terkait
-
Kapolri Minta Hima Persis Bersinergi Kawal Program Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Nasib IKN di Ujung Tanduk? Kehadiran Gibran dan ASN Jadi Kunci Pembuktian
-
Pengamat Sebut Ada Skenario Amankan Kekuasaan Jokowi, Jika Gibran Jadi Presiden
-
Istana Terima Semua Masukan, Tapi Tak Ada Rencana Bikin Aturan Wapres Gibran Ngantor di IKN
-
Luapkan Uneg-uneg! Gibran: Saya Bahas Kemenyan Ribut, AI Ribut, Apa Salahnya?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda