"Jadi saya kira dari segi kapasitas Tedy itu sudah cukup untuk menjadi Cawapres. Tetapi kan kondisi kan ini kan kita bicara kondisinya seperti apa gitu loh. Gitu," tambahnya.
Duet Gibran-Teddy: Jalan Tengah Koalisi Jokowi-Prabowo?
Lebih jauh, Zulfan Lindan memaparkan sebuah kemungkinan yang sangat menarik, terutama jika Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak maju lagi pada 2029.
Sebuah "paket kompromi" bisa saja muncul untuk menjaga soliditas koalisi besar yang ada saat ini. Paket itu adalah duet Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Teddy Indra Wijaya sebagai Wakil Presiden.
"Nah, jadi ya ada kemungkinan nanti kalau Pak Prabowo enggak maju lagi di 2029 misalnya, ya sudahlah Gibran dululah Presiden, Tedy wakil. Itu melihat Jokowi dan Prabowo dalam satu periuk yang sama," ungkap Zulfan.
Skenario ini akan menjadi landasan ideal bagi Teddy untuk mempersiapkan diri menuju 2034. Setelah lima tahun menjadi wakil presiden di bawah Gibran, ia akan memiliki bekal dan legitimasi yang cukup untuk maju sebagai calon presiden.
"Nanti 2034 iya kan mungkin Teddy dilihat merasa sudah pantas juga jadi presiden. Bertarunglah. itu di situ lepas. Pak Jokowi sudah enggak lagi, Prabowo sudah tidak lagi diserahkan kepada partai-partai dan partai dipegang anak muda," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kapolri Minta Hima Persis Bersinergi Kawal Program Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Nasib IKN di Ujung Tanduk? Kehadiran Gibran dan ASN Jadi Kunci Pembuktian
-
Pengamat Sebut Ada Skenario Amankan Kekuasaan Jokowi, Jika Gibran Jadi Presiden
-
Istana Terima Semua Masukan, Tapi Tak Ada Rencana Bikin Aturan Wapres Gibran Ngantor di IKN
-
Luapkan Uneg-uneg! Gibran: Saya Bahas Kemenyan Ribut, AI Ribut, Apa Salahnya?
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI