Suara.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer mengungkapkan bahwa salah satu penyumbang terbesar angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi berasal dari jurusan kesehatan dan farmasi.
Ia menyoroti regulasi yang tidak berpihak kepada para sarjana itu sebagai penyebab utama mandeknya akses kerja bagi lulusan dua bidang tersebut.
"Ternyata sarjana khususnya kesehatan dan farmasi menyumbang cukup besar dalam angka pengangguran. Itu kenapa? Regulasi. Regulasi tidak berpihak terhadap sarjana-sarjana ini. Harus ada lagi sekolah profesi," ungkap Immanuel saat sambutan dalam acara diskusi Dewas BPJS Ketenagakerjaan di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Sebagai sarjana, lanjut Immanuel, para lulusan itu tentu diharapkan bisa langsung bekerja. Akan tetapi, dia menyayangkan adanya regulasi yang rumit bagi para lulusan jurusan kesehatan tersebut.
Dia menjelaskan kalau lulusan kesehatan dan farmasi itu harus menempuh pendidikan tambahan berupa sekolah profesi sebelum bisa bekerja. Namun, proses tersebut kerap tidak mudah.
"Sekolah profesi ternyata susah juga. Berkali-kali sekolah, berkali-kali tidak lulus," ungkapnya.
Masalah itu kemudian dia diskusikan dengan Kementerian Kesehatan. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kemudian menyebut kalau persoalan tanggung jawab sekolah profesi tenaga kesehatan ada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi (Dikti).
Immanuel berharap ada sedikit perubahan dari regulasi supaya para sarjana bisa lanjut sekolah profesi dengan dibiayai oleh negara.
"Para sarjana-sarjana yang mau sekolah profesi semoga bisa dibiayai oleh negara. Dengan skemanya apa terserah lah," ujarnya.
Baca Juga: Noel Si 'Pemburu Ijazah': Gebrak Perusahaan Nakal, Selamatkan Tiket Masa Depan Pekerja
Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan pada Mei 2025, jumlah pengangguran dengan jenjang pendidikan sarjama jumlahnya mencapai 1,01 juta dari semua jurusan.
Immanuel mengingatkan bahwa membiarkan lulusan perguruan tinggi, khususnya di sektor kesehatan dan farmasi, menganggur dalam waktu lama akan berdampak pada angka kemiskinan ekstrem.
"Kalau kita negara, membiarkan angka pengangguran kemudian kemiskinan ekstrim tanpa hadiran negara juga yang ada penambahan angka miskin ekstrim. Dan ini yang kita khawatirkan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Perusahaan Outsourcing Kembalikan Puluhan Ijazah yang Ditahan, Wamenaker: Semoga Ini Menjadi Contoh
-
Wamenaker Noel Tantang PT Duta Palma Buntut Penahanan Ijazah: Laporkan Saya, Jangan Rakyat Kecil!
-
Emiten Farmasi RI Putar Otak Kurangi Bahan Baku Impor
-
Meski Ekonomi Lesu, Emiten Farmasi Plat Merah Ini Yakin Obat-obatan Tetap Diburu
-
Noel Si 'Pemburu Ijazah': Gebrak Perusahaan Nakal, Selamatkan Tiket Masa Depan Pekerja
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib
-
Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat