Suara.com - Pemerintah secara mengejutkan mengumumkan lonjakan program transmigrasi nasional hingga 10 kali lipat pada tahun 2025. Namun, yang menjadi sorotan utama bukanlah sekadar angkanya, melainkan tujuan penempatan transmigran terbanyak: Pulau Rempang, Kepulauan Riau, lokasi yang belum lama ini menjadi episentrum konflik agraria.
Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah ini murni strategi pemerataan pembangunan atau ada agenda lain di balik penempatan ratusan kepala keluarga di bekas lahan konflik?
Data yang dirilis Kementerian Transmigrasi menunjukkan bahwa dari total 1.394 Kepala Keluarga (KK) yang akan dipindahkan tahun ini, 504 KK atau lebih dari sepertiganya akan ditempatkan di Batam, spesifiknya di kawasan Rempang dan Barelang dengan pola transmigrasi nelayan.
Angka ini sangat signifikan dan menjadikan Rempang sebagai lokasi prioritas utama, mengalahkan sembilan kabupaten lain yang juga menjadi tujuan transmigrasi seperti Merauke, Sukamara, hingga Sumba Timur.
Penetapan Rempang sebagai tujuan utama ini tentu tidak bisa dilepaskan dari sejarah panas konflik agraria terkait proyek strategis nasional yang terjadi beberapa waktu lalu.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman, mengklaim bahwa lonjakan program ini adalah bagian dari transformasi besar. Menurutnya, transmigrasi era sekarang bukan lagi program usang yang sekadar memindahkan orang.
“Transmigrasi hari ini bukan sekadar program lama yang dihidupkan kembali. Ini adalah gerakan baru, dengan pendekatan modern, terukur, dan berdampak luas,” kata Iftitah dalam keterangannya, Selasa (28/7/2025).
Ia menyebut, kenaikan signifikan dari 131 KK tahun lalu menjadi 1.394 KK tahun ini adalah untuk strategi pemerataan pembangunan dan regenerasi desa.
Menyebar dari Barat ke Timur dengan Berbagai Pola
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ada Program Transmigrasi ke IKN?
Selain Rempang, program ini juga menyasar 9 wilayah lain dengan pola yang disesuaikan dengan karakteristik daerah, antara lain:
- Merauke: 100 KK (pola lahan kering)
- Sukamara: 290 KK (pola lahan kering)
- Paser: 50 KK (pola lahan basah)
- Bulungan, Poso, Polewali Mandar, Sidrap: Gabungan pola Trans Karya Nusa dan Trans Lokal.
- Halmahera Tengah & Sumba Timur: Masing-masing 50 KK (pola lahan kering).
Lonjakan jumlah transmigran ini didukung oleh kenaikan anggaran kementerian yang juga meroket lebih dari 10 kali lipat.
Tak hanya itu, untuk memastikan program berjalan, Kementerian Transmigrasi juga menerjunkan 2.000 anggota "Tim Ekspedisi Patriot" yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi ke 154 kawasan transmigrasi untuk melakukan riset sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Meski demikian, sorotan publik tetap tertuju pada Rempang. Keberhasilan program ini di sana akan menjadi pertaruhan besar, apakah mampu menjadi solusi pemerataan atau justru membuka babak baru persoalan sosial di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin