Suara.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta kembali melontarkan kritik tajam terhadap rencana belanja pemerintah daerah yang dinilai tidak wajar.
Dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2025, sejumlah item pengadaan mencuat karena nilainya jauh melampaui harga pasar.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, mengungkapkan beberapa temuan mencurigakan yang perlu mendapat perhatian publik.
Salah satunya adalah rencana pembelian tiga unit server oleh Dinas Perpustakaan DKI Jakarta dengan anggaran Rp 1,7 miliar per unit.
"Server ini kita sudah cek spesifikasinya. Mau beli 3 unit, masing-masing server (harganya) Rp 1,7 miliar. Setelah kita cek spesifikasinya itu kisarannya Rp300 juta bukan Rp 1,7 miliar. Ini Dinas Perpustakaan mau beli 3 unit,” ujar Justin, Rabu, 30 Juli 2025.
Bukan hanya server, kejanggalan juga ditemukan dalam pengadaan lampu LED oleh Dinas Kebudayaan, yang satuannya mencapai Rp 15 juta—padahal, harga pasar berada di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 3 juta saja.
"Pengadaan lampu LED kita cek juga spesifikasinya di pasaran harganya Rp 1 sampai Rp 3 juta. Tapi, ini alokasi satuannya Rp15 juta, jauh (perbedaannya),” jelasnya.
Lebih lanjut, Justin juga mengkritisi rencana pengadaan 11 unit proyektor LCD untuk Museum Bahari, yang nilainya berkisar antara Rp 158 juta hingga Rp 214 juta per unit.
Anggaran total untuk pengadaan ini mencapai Rp 2,1 miliar, padahal harga pasar perangkat serupa disebutnya jauh lebih rendah.
Baca Juga: Teka-Teki 'J' dari Kaesang di Pucuk PSI
"Mau beli juga nih, Dinas Kebudayaan LCD Projector di Museum Kebaharian sebanyak 11 unit. Harga satuan Rp 158 juta sampai Rp 214 juta dengan total anggaran Rp 2,1 miliar. Padahal, kalau kita cek di pasaran, projector ini mungkin yang mahal sekitar Rp 50 jutaan,” tambah Justin.
Menanggapi temuan-temuan tersebut, Justin mendesak agar Pemprov DKI Jakarta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan uang publik.
Ia menekankan bahwa dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah perlu menunjukkan sensitivitas terhadap beban masyarakat.
"Saya harap belanja dari uang pajak masyarakat itu juga digunakan secara bijak dengan nilai-nilai yang efisien. Jangan sampai nanti selain ada temuan bisa juga menyakiti hati masyarakat,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!