Suara.com - Tiga minggu setelah wafatnya diplomat muda Arya Daru Pangayunan, publik akhirnya mendengar suara yang selama ini dinanti, pernyataan resmi dari pihak keluarga.
Disampaikan dengan ketulusan dan kehati-hatian melalui akun Instagram @nationalsecurity.id, pernyataan ini bukan sekadar ungkapan duka, tetapi juga cerminan integritas moral dan harapan besar akan terungkapnya kebenaran di tengah rasa kehilangan yang mendalam.
Seperti diketahui, Arya ditemukan meninggal dunia pada 8 Juli 2025 di kamar indekosnya, dengan wajah hingga kepala terlilit lakban kuning. Temuan itu langsung mengguncang publik, memicu pertanyaan, spekulasi, dan kecemasan.
Setelah penyelidikan intensif selama tiga pekan yang melibatkan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Apsifor, dan berbagai pihak forensik, hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa Arya meninggal karena bunuh diri, dengan penyebab medis berupa “gangguan pertukaran oksigen dari saluran pernapasan atas”.
Namun di balik semua itu, suara keluarga akhirnya hadir, tidak untuk menggugat hasil, melainkan untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan cermat, profesional, dan menjunjung tinggi tanggung jawab moral.
“Kami Percaya Bahwa Setiap Orang Berhak atas Kebenaran”
Kutipan ini menjadi inti dari pernyataan keluarga besar Arya Daru. Dibalut dengan empati, mereka menyampaikan harapan bahwa proses penyelidikan tidak berhenti hanya pada kesimpulan formal.
Keluarga menyuarakan perlunya pemeriksaan mendalam, termasuk membuka ruang atas masukan dari mereka sendiri yang mengenal Daru lebih dekat.
“Kami sangat berharap agar proses penyelidikan ini dilakukan secara cermat, menyeluruh, dan profesional. Artinya, kami berharap setiap fakta yang ada bisa benar-benar diperiksa dengan teliti dan terbuka,” bunyi pesan tersebut.
Baca Juga: 5 Fakta Janggal Kematian Arya Daru yang Patahkan Skenario Bunuh Diri
Mereka pun menambahkan pentingnya suara keluarga sebagai bagian dari upaya menggali kebenaran.
“Kami juga berharap semua masukan dari keluarga – termasuk hal-hal yang kami alami dan ketahui secara langsung – dapat ikut dipertimbangkan,” tambah pesan itu.
Bagi keluarga, Arya Daru adalah pribadi yang jauh lebih luas dari sekadar status diplomatiknya.
“Bagi kami, Daru bukan hanya seorang diplomat atau aparatur negara. Ia adalah anak, suami, kakak, adik, dan sahabat yang kami sayangi. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain,” kata keluarga.
Pernyataan ini mengingatkan publik bahwa di balik headline media dan laporan forensik, ada manusia dengan nilai, cinta, dan jasa yang akan selalu dikenang.
Dalam pernyataan yang penuh kesadaran sosial, keluarga juga mengakui bahwa mereka tidak menutup diri. Sebaliknya, mereka mengajak media dan masyarakat untuk menjadi bagian dari proses pengawalan keadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK
-
Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang