Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI angkat bicara menepis isu panas yang menyebut rumah pribadi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah telah digeledah. Rumor ini sebelumnya santer beredar dan disebut terjadi di kediaman Febrie di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, dengan tegas membantah adanya aksi penggeledahan tersebut. Ia mempertanyakan sumber informasi yang menyebarkan kabar yang tidak terverifikasi itu.
"Tidak ada. Sumbernya dari mana? Sumbernya harus jelas, sampai saat ini tidak ada," tegas Anang kepada wartawan, Senin (4/8/2025).
Isu penggeledahan rumah Febrie pertama kali mencuat pada Kamis (31/7/2025) dan dikabarkan gagal dilakukan. Namun, sehari setelahnya, pemandangan tak biasa terlihat di sekitar kediaman sang Jampidsus, di mana sejumlah anggota TNI tampak melakukan pengawalan ketat.
Menanggapi keberadaan aparat militer tersebut, Anang menyebut hal itu bukanlah sesuatu yang aneh atau baru. Menurutnya, pengamanan dari TNI merupakan prosedur standar yang sudah berjalan lama, didasari oleh kerja sama resmi antar lembaga untuk melindungi pejabat yang menangani kasus-kasus besar.
"Kalau pengamanan kita kan sudah ada MoU dengan TNI, Panglima TNI ke Jaksa Agung. Terus kita ada Perpres juga. Ya kebetulan kan Pak Febrie ini Jaksa Agung Muda yang khusus menangani perkara-perkara korupsi. Ya anda kan tahu kan, pasti pengaman, dari dulu sudah ada dari TNI," jelas Anang.
Di tengah bantahan dan klarifikasi soal pengamanan, Anang juga memastikan bahwa Jampidsus Febrie Adriansyah tetap menjalankan tugasnya seperti biasa tanpa terpengaruh oleh isu yang beredar.
"Masuk. Ada di kantor," pungkasnya.
Baca Juga: MAKI Siapkan Gugatan ke Jampidsus jika Tersangka Korupsi Digitalisasi Pendidikan Tidak Bertambah
Berita Terkait
-
Tiga Kali Mangkir! Red Notice dan DPO Segera Diterbitkan Kejagung untuk Riza Chalid
-
Mangkir Dua Kali, Akankah Riza Chalid Penuhi Panggilan Ketiga Kejagung Hari Ini?
-
4 Fakta 'Sakti' Keppres Abolisi Tom Lembong
-
Bukan Sekadar Bebas, Ini Isi Keppres Prabowo yang 'Nolkan' Seluruh Kasus Korupsi Tom Lembong
-
Tom Lembong Bebas Dapat Abolisi, Kejagung: Kelar Semuanya!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT