Suara.com - Sebuah cerita inspiratif dari dunia startup Indonesia kini berbalik menjadi drama kelam yang mengguncang ekosistem digital.
eFishery, unicorn yang selama ini dipuja karena misinya menyejahterakan pembudidaya ikan, kini terseret dalam pusaran dugaan korupsi dan penggelembungan dana fantastis.
Kabar penahanan tiga mantan eksekutif puncaknya, termasuk salah satu pendiri Gibran Huzaifah, oleh Polda Jawa Barat menjadi puncak dari gunung es masalah yang telah lama terpendam.
Skandal ini tidak hanya mempertaruhkan masa depan eFishery, tetapi juga kepercayaan publik terhadap startup teknologi yang sedang tumbuh pesat.
Awal Mula eFishery: Teknologi untuk Kesejahteraan
Untuk memahami betapa dalamnya kejatuhan ini, kita perlu melihat kembali ke awal mula eFishery.
Lahir dari Niat Baik: Didirikan pada 2013, eFishery lahir dari gagasan mulia untuk mengatasi masalah fundamental dalam industri akuakultur di Indonesia.
Inovasi Unggulan: Produk andalannya, smart feeder atau pemberi pakan otomatis, dirancang untuk meningkatkan efisiensi pakan, menekan biaya, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan para pembudidaya ikan dan udang skala kecil.
Meraih Status Unicorn: Dengan visi ini, eFishery meroket, meraih status unicorn (valuasi di atas US$1 miliar) dan menjadi simbol kesuksesan startup yang membawa dampak sosial positif.
Baca Juga: Siapa Lebih Kaya, Tom Lembong vs Dennie Arsan Fatrika Hakim yang Dulu Kasih Vonis 4,5 Tahun Penjara
Namun, di balik citra gemilang itu, sebuah praktik lancung diduga berjalan sistematis.
Skandal Terungkap: Bagaimana Dugaan Penggelembungan Dana Terjadi?
Isu ini pertama kali meledak ke publik setelah adanya laporan dari whistleblower yang mengendus kejanggalan dalam laporan keuangan perusahaan.
Laporan ini memicu investigasi internal oleh firma konsultan FTI Consulting, yang temuannya sangat mengejutkan.
Berikut adalah rincian dugaan manipulasi yang dilakukan oleh manajemen eFishery:
Penggelembungan Pendapatan Gila-gilaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733