Suara.com - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyebutkan kalau pemblokiran sementara rekening-rekening yang tidak aktif sebenarnya telah dilakukan sejak Mei 2025.
Namun, tindakan itu baru ramai jadi perbincangan publik pada akhir Juli lalu setelah PPATK lakukan pemblokiran sementara terhadap puluhan juta rekening tidak aktif atau dormant.
"Sejak bulan Mei kita melakukan upaya penghentian sementara itu sudah start-nya di bulan Mei 2025. Baru berapa bulan yang lalu sampai hari ini sudah hampir 30 juta lebih, itu enggak ada masalah. Artinya pembukaan kita lakukan setiap hari," kata Ivan dikutip dari podcast dalam kanal YouTube Mahfud MD, Selasa (5/8/2025).
Ivan menekankan bahwa tujuan PPATK lakukan pengehentian sementara dengan tindakan blokir itu untuk melindungi nasabah dari pelaku pencucian uang yang memanfaatkan rekening dormant.
Dia mengklaim bahwa tindakan PPATK itu telah mencegah banyak transaksi ilegal terkait pelanggaran tindak pidana.
"BNN mengakui bahwa dengan upaya penghentian, pemblokiran sementara yang publik pahami, itu efektif menangani tindak pidana narkotika. Lalu kemudian tindak pidana korupsi, tindak pidana perpajakan, tindak pidana ilegal logging, illegal mining, termasuk judol," ucap Ivan.
Dia mengungkapkan kalau sebenarnya ada 100 juta rekening masyarakat Indonesia yang sudah tidak aktif berada di 103 bank.
Rekening-rekening itu rentan diperjualbelikan dan dimanfaatkan oleh pelaku tindak pidana pencucian uang untuk menampung dana dari perbuatan ilegalnya.
"Kita melihat skema pencucian uang, mereka bersembunyi di dalam prinsip kerahasiaan perbankan. Ternyata kenapa mereka dengan mudah melakukan pencucian uang? Ternyata salah satu faktor utamanya itu adalah terlalu banyaknya rekening-rekening tidak aktif di dalam perbankan kita," jelas Ivan.
Baca Juga: PPATK Makan Korban Lagi: Pria Nabung 11 Tahun Demi Bayar Kuliah Anak, Rekeningnya Malah Diblokir
"Ketika sekarang pelaku tindak pidana itu mencoba lakukan akses terhadap bank, mereka sudah tidak dengan mudah lagi melakukan pembukaan apa rekening bank. Jadi solusinya adalah menggunakan rekening yang existing," imbuhnya.
Ivan menjelaskan kalau tindakan penghentian sementara rekening tidak aktif itu untuk dilakukan pengkinian data oleh bank. Tindakan itu, dia sebut sebagai upaya perlindungan terhadap nasabah.
Menurutnya, nasabah dengan rekening tidak aktif harus diproteksi. Tujuannya, agar tidak menjadi korban penyalahgunakan rekening secara tidak bertanggung jawab.
"Inilah kemudian timbul pemikiran kita. Kalau gitu kita lakukan upaya pengkinian, salah satunya adalah penghentian sementara," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pola Pikir Sesat PPATK Bikin Rakyat Desa Jadi Korban: Rekening Diblokir, Ekonomi Mandek!
-
Celios Skakmat PPATK: Rekening Judi Online Aktif Dibiarkan, Rekening Pasif Malah Diblokir
-
PPATK Buka Blokir 28 Juta Rekening, Anggota DPR Kasih Peringatan Keras: Jangan Bikin Gaduh!
-
Blokir Rekening Nganggur Bikin Gaduh, DPR ke OJK-PPATK: Jangan Sampai Digunakan Tanpa Kejelasan
-
Rekening Pasif 3 Bulan Langsung Diblokir, DPR Protes Keras! Desak PPATK Lakukan Langkah Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN